Mutiara Pagi: Ihsan dalam Perkataan dan Kepedulian Sosial Perlu Dihidupkan
- 24 Agt 2026 06:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Nilai ihsan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga harus tercermin dalam perkataan, pekerjaan, serta hubungan dengan sesama makhluk. Pesan tersebut mengemuka dalam program Mutiara Pagi RRI Kendari bersama Amin, S.Pd.I., M.M., Dosen Psikologi Islam Universitas Muhammadiyah Kendari.
Amin menjelaskan bahwa salah satu tantangan kehidupan modern saat ini adalah semakin mudahnya seseorang menyampaikan ucapan yang dapat menyakiti orang lain, terutama melalui media sosial. Karena itu, Islam mengajarkan ihsan dalam perkataan agar setiap ucapan membawa manfaat dan kebaikan.
"Ihsan dalam perkataan berarti memilih kata-kata yang baik, santun, dan tidak menimbulkan permusuhan. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengucapkan perkataan yang lebih baik agar tercipta hubungan yang harmonis di tengah masyarakat," jelas Amin.
| Baca juga: Sekolah Rakyat Wujudkan Generasi Berkarakter |
Selain dalam perkataan, ihsan juga diwujudkan melalui pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa Allah mencintai orang yang melakukan pekerjaannya dengan itqan atau profesional, sungguh-sungguh, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, semangat profesionalisme yang dilandasi nilai ihsan akan mendorong seseorang bekerja dengan jujur, disiplin, dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.
Dalam sesi tanya jawab, seorang pendengar menanyakan bagaimana menerapkan ihsan di tengah persaingan kerja yang ketat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Amin menegaskan bahwa ihsan bukan berarti lemah atau mudah dimanfaatkan orang lain, melainkan tetap berbuat baik tanpa meninggalkan prinsip keadilan dan profesionalisme.
| Baca juga: Pendidikan Sekolah Rakyat Berbasis Karakter |
"Persaingan boleh terjadi, tetapi jangan sampai menghilangkan nilai kejujuran, amanah, dan etika. Justru ihsan mengajarkan kita untuk tetap memberikan yang terbaik tanpa harus merugikan orang lain," katanya.
Lebih lanjut, Amin menjelaskan bahwa ihsan juga harus diwujudkan kepada sesama makhluk. Bentuknya dapat berupa membantu orang yang membutuhkan, menjaga lingkungan, menyayangi hewan, hingga menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Amin mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Allah telah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu. Menurutnya, hadis tersebut menunjukkan bahwa ruang lingkup ihsan sangat luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
"Ihsan adalah kebaikan yang tulus dan bermanfaat. Ketika nilai ini diterapkan dalam keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat, maka akan tercipta kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh keberkahan," pungkas Amin.
Melalui pemahaman mengenai tiga macam ihsan, masyarakat diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan tidak hanya dalam hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dalam hubungan dengan sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....