Anak Cerdas Indonesia: Potensi Anak Perlu Didukung sejak Dini
- 24 Agt 2026 06:27 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Potensi tersebut akan berkembang apabila mendapat dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Hal itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam dialog Program Anak Cerdas Indonesia RRI Kendari bersama siswa-siswi berprestasi MTs Negeri 2 Kendari.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber berbagi kisah perjuangan hingga berhasil meraih prestasi di berbagai bidang. Sitti Aprilianti Sukma berhasil meraih Juara 3 Lomba Pidato, Muhammad Riffat sukses membawa pulang Medali Emas Olimpiade Sains, sementara Jasaya menjadi Juara 2 Lomba Fashion Show.
Bagi Sitti Aprilianti, mengikuti lomba pidato memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam melatih kemampuan berbicara dan membangun rasa percaya diri.
"Lomba pidato membuat saya belajar menyampaikan pendapat dengan baik. Saya juga belajar untuk tetap tenang ketika berbicara di depan banyak orang," tuturnya.
Muhammad Riffat menjelaskan bahwa keberhasilannya di bidang sains diperoleh melalui kebiasaan belajar yang disiplin serta rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai materi pelajaran.
"Saya suka belajar hal-hal baru. Kalau belum paham, saya terus mencari tahu sampai mengerti. Itu yang membuat saya semakin tertarik dengan sains," ujarnya.
Sementara itu, Jasaya mengaku mengikuti lomba fashion show menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan banyak orang.
"Saya semakin percaya diri setelah mengikuti lomba. Pengalaman ini membuat saya ingin terus belajar dan mencoba hal-hal baru," katanya.
Guru Pendamping MTs Negeri 2 Kendari, Kak Echel, menilai bahwa setiap prestasi memiliki proses panjang yang membutuhkan komitmen dan pendampingan yang berkelanjutan.
"Sekolah terus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Tugas kami adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkannya," ungkap Kak Echel.
Selain pembinaan di sekolah, dukungan keluarga juga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Ketika orang tua dan guru berjalan seiring, peserta didik akan lebih termotivasi untuk mengikuti berbagai kompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dialog tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak bukan hanya diukur dari piala atau medali yang diraih, tetapi juga dari proses belajar, kerja keras, sikap pantang menyerah, serta keberanian untuk terus berkembang. Melalui semangat itulah diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu mengharumkan nama sekolah, daerah, hingga Indonesia di berbagai bidang prestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....