Anak Cerdas Indonesia: Dukungan Guru dan Orang Tua Antar Khansa Berprestasi
- 24 Agt 2026 06:20 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Prestasi anak tidak lahir dari usaha individu semata. Di balik setiap pencapaian, terdapat dukungan keluarga, sekolah, dan guru yang terus mendampingi proses tumbuh kembang anak. Hal tersebut tergambar dalam perjalanan prestasi Khansa Nur Aisyah, siswi SD Lazuardi yang dikenal aktif dalam bidang literasi, story telling, dan kegiatan kepanduan.
Dalam dialog Program Anak Cerdas Indonesia, Guru Pendamping SD Lazuardi, Mardiyah Muchtar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah memiliki komitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Menurutnya, setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda sehingga tugas guru adalah membantu menemukan dan mengasah potensi tersebut melalui berbagai kegiatan positif.
"Kami berupaya membangun lingkungan belajar yang membuat anak-anak berani mencoba dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Prestasi bukan tujuan utama, tetapi proses belajar dan pengembangan karakter yang lebih penting," ujar Teacher Diah.
Teacher Diah menilai Khansa merupakan salah satu siswa yang menunjukkan semangat belajar dan keberanian yang baik dalam menghadapi tantangan. Kemampuan tersebut terlihat ketika Khansa mengikuti berbagai kompetisi, termasuk lomba Story Telling English.
Teacher Diah mengungkapkan bahwa keberhasilan anak-anak dalam lomba tidak selalu ditentukan oleh kesempurnaan penampilan, melainkan kemampuan mereka menghadapi situasi yang tidak terduga.
Hal itu terbukti ketika Khansa sempat kehilangan bagian cerita saat tampil dalam lomba Story Telling English. Dalam kondisi yang membuat banyak peserta mungkin kehilangan fokus, Khansa justru mampu mengendalikan diri dan melanjutkan penampilannya dengan improvisasi.
"Pengalaman seperti itu menunjukkan kemampuan berpikir cepat dan keberanian anak dalam mengambil keputusan. Itu adalah keterampilan yang sangat berharga," katanya.
Khansa sendiri mengakui bahwa momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menegangkan sepanjang dirinya mengikuti kompetisi.
"Saya sempat takut karena merasa ada bagian cerita yang tertinggal. Tetapi saya mencoba tetap tenang dan melanjutkan cerita dengan improvisasi agar alurnya tetap nyambung," ujarnya.
Selain prestasi di bidang literasi dan bahasa Inggris, Khansa juga aktif dalam kegiatan kepanduan. Pengalaman mengikuti Jambore Daerah menjadi salah satu kegiatan yang memberikan banyak pelajaran tentang kebersamaan dan keberagaman.
"Saya mendapatkan banyak teman dari berbagai daerah. Kami saling berbagi cerita, mengenal budaya masing-masing, dan belajar banyak hal baru," ungkap Khansa.
Kini, menjelang pelaksanaan Jambore Nasional, semangat Khansa semakin tinggi. Ia mengaku antusias untuk bertemu peserta dari berbagai provinsi dan mengenal lebih banyak budaya Nusantara.
Teacher Diah menambahkan bahwa pengalaman seperti jambore memiliki nilai pendidikan yang sangat penting karena membantu anak-anak belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, dan membangun rasa cinta terhadap Indonesia.
"Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas. Pengalaman bertemu dengan teman dari berbagai daerah juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka," jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan anak-anak seperti Khansa tidak lepas dari peran orang tua yang terus memberikan dukungan dan motivasi di rumah. Ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan, anak akan memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh dan berkembang.
Kisah Khansa menjadi bukti bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras, keberanian mencoba, dukungan orang tua, serta pendampingan guru yang konsisten. Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, perjalanan tersebut telah membentuk karakter anak yang percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....