49 Paskibraka Sultra Mantapkan Kesiapan jelang Upacara HUT RI

  • 16 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 49 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara terus memantapkan kesiapan menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Para anggota Paskibraka tersebut telah dikukuhkan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam upacara pengukuhan di Aula Sangia Ni Bandera, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Sabtu 15 Agustus 2026.

Pengukuhan menjadi salah satu tahapan akhir sebelum para anggota menjalankan tugas utama pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 49 anggota Paskibraka yang berasal dari 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara tersebut telah menjalani masa pembinaan dan latihan sebagai persiapan menghadapi tugas kenegaraan tersebut.

Selama masa pembinaan, para anggota tidak hanya mendapatkan latihan teknis untuk pelaksanaan upacara, tetapi juga dibekali materi bela negara, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, edukasi bahaya narkotika dan pembentukan karakter.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Tenggara Adrian Nursalam mengatakan, seluruh rangkaian pembinaan diarahkan untuk memastikan anggota Paskibraka memiliki kesiapan secara fisik maupun mental sebelum menjalankan tugas.

Menurutnya, tahap akhir persiapan harus dimanfaatkan untuk memperkuat kembali kemampuan yang telah diperoleh selama masa latihan, termasuk menjaga kekompakan dan konsentrasi setiap anggota.

"Sekarang setelah mereka dikukuhkan, tentu fokus kita adalah bagaimana mereka memantapkan kesiapan untuk pelaksanaan tugas. Semua latihan yang sudah mereka jalani harus benar-benar dikuasai, mulai dari gerakan, kekompakan, sampai bagaimana mereka menjaga konsentrasi ketika berada di lapangan." ujarnya.

Adrian menekankan, tugas pengibaran maupun penurunan bendera membutuhkan kesiapan seluruh personel karena setiap anggota memiliki peran yang saling berkaitan dalam satu rangkaian upacara.

Karena itu, para anggota diminta tetap mengikuti arahan pelatih dan pembina serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan menjelang hari pelaksanaan.

Selain kemampuan teknis, kesiapan fisik menjadi perhatian karena seluruh anggota harus berada dalam kondisi prima saat melaksanakan tugas di lapangan.

"Kami juga terus mengingatkan mereka untuk menjaga kesehatan, istirahat yang cukup dan tetap menjaga kondisi fisik. Jangan sampai karena terlalu fokus pada latihan kemudian kondisi kesehatan terganggu. Yang kita harapkan ketika hari pelaksanaan tiba, seluruh anggota berada dalam kondisi terbaik." tambahnya.

Adrian mengatakan, kekompakan menjadi hal penting yang harus terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

Para anggota Paskibraka berasal dari daerah yang berbeda, namun selama menjalankan tugas di tingkat provinsi mereka harus mampu tampil sebagai satu kesatuan dan mengesampingkan perbedaan daerah asal.

Kesiapan mental juga terus diperkuat agar para anggota mampu menghadapi suasana upacara dengan tenang dan tidak mudah kehilangan konsentrasi ketika berada di hadapan peserta maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya upacara.

"Saya berharap anak-anak ini bisa tampil percaya diri dan tenang. Mereka sudah melalui proses yang panjang, sudah mendapatkan pembinaan dan latihan. Tinggal bagaimana sekarang mereka menjaga fokus, menjaga kekompakan dan melaksanakan apa yang sudah diarahkan oleh pelatih dengan sebaik-baiknya." lanjutnya.

Upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara akan menjadi puncak dari seluruh proses pembinaan yang telah dijalani para anggota Paskibraka.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap 49 anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas tersebut secara maksimal dan menjadikan pengalaman selama proses pembinaan sebagai bekal dalam kehidupan mereka setelah menyelesaikan tugas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....