Pemprov Sultra Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

  • 27 Agt 2026 19:13 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Tahun 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
  • Kegiatan dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan berlangsung di Lapangan Kantor Gubernur Sultra di Kendari pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Tujuan kegiatan tersebut adalah memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana sekaligus menyelaraskan pelaksanaan di lapangan dengan regulasi yang berlaku.

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan melalui Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Tahun 2026 yang dipimpin langsung Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Rabu (26/8/2026).

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana sekaligus menyelaraskan pelaksanaan di lapangan dengan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, latihan menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan seluruh unsur terkait agar memahami tugas dan langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.

"Hari ini kita melaksanakan latihan personel dan material sekaligus menyinkronkan antara regulasi yang ada. Dengan adanya latihan seperti ini, kita membiasakan sekaligus melibatkan masyarakat," ujar Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan latihan serupa akan diupayakan dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi bencana.

"Kita akan upayakan setiap tahun harus dilatihkan. Apabila terjadi bencana, stakeholder serta pihak terkait sudah tahu apa yang harus dilakukan," katanya.

Apel dan simulasi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan respons cepat terhadap potensi karhutla maupun kekeringan di Sulawesi Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....