Kendari Terima Lima Pompa Air untuk Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian
- 15 Agt 2026 15:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari menerima lima unit pompa air dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan bantuan pompa air tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah mengantisipasi kekeringan yang dapat mengganggu sistem irigasi sawah petani.
“Bantuan pompa air dari Dinas Pertanian Provinsi Sultra ini sebagai antisipasi kita menghadapi musim kemarau,” kata Imran, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, pompa dapat digunakan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan. Penggunaannya menerapkan sistem pinjam pakai dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani.
“Bantuan pompa air ini sifatnya bergerak sesuai dengan permintaan kelompok tani,” ujarnya.
Selain lima unit dari Pemprov Sultra, Dinas Pertanian Kota Kendari juga akan menerima 45 unit pompa air dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut nantinya disalurkan kepada kelompok tani berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan irigasi.
Imran menyebut pihaknya membina sekitar 70 kelompok tani di Kota Kendari. Karena tingkat kebutuhan setiap lahan berbeda, pemerintah akan memprioritaskan kelompok tani yang mengalami kendala pasokan air paling mendesak.
“Kita membina sekitar 70 kelompok tani di Kendari. Ada beberapa lahan petani yang memang sangat membutuhkan bantuan, terutama saat memasuki musim kemarau,” jelasnya.
Ia meminta kelompok tani segera melaporkan kondisi lahan masing-masing apabila mengalami kendala pasokan air. Laporan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengatur penggunaan pompa agar bantuan dapat menjangkau lahan yang paling membutuhkan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekeringan selama periode musim kemarau Agustus hingga September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....