Kendari Buka Peluang Investasi, Siapkan Kawasan Industri 1.500 Hektare

  • 13 Agt 2026 09:25 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, membuka peluang kerja sama investasi dengan mitra internasional melalui pengembangan kawasan industri seluas kurang lebih 1.500 hektare.

Peluang tersebut menjadi salah satu potensi yang ditawarkan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, dalam forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 di Balai Kota Yogyakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Di hadapan delegasi pemerintah daerah dan mitra dari China, Siska menyampaikan kawasan industri tersebut dapat menjadi ruang pengembangan berbagai sektor usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Siska, posisi Kendari sebagai wilayah perkotaan sekaligus daerah pesisir memberikan peluang untuk mengembangkan sektor industri yang terhubung dengan potensi pertanian, perikanan dan sumber daya ekonomi lainnya.

“Kami juga menawarkan kerja sama kawasan industri yang luasnya kurang lebih 1.500 hektare. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang kerja sama yang baik,” kata Siska.

Tawaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari memperluas jejaring kerja sama ekonomi, khususnya dengan mitra dari luar negeri yang memiliki kapasitas investasi dan pengembangan industri.

Siska menilai peluang investasi perlu didukung dengan potensi ekonomi daerah yang terus menunjukkan perkembangan. Pertumbuhan ekonomi Kota Kendari tercatat meningkat dari 4,81 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025.

Selain itu, nilai investasi di Kota Kendari disebut telah mencapai sekitar Rp2,2 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya aktivitas ekonomi dan peluang usaha yang dapat terus dikembangkan.

Potensi tersebut juga ditopang keberadaan sektor pertanian dan perikanan. Meski berstatus sebagai wilayah perkotaan, Kendari memiliki komoditas seperti kelapa dan kakao serta potensi perikanan yang didukung karakteristik wilayah pesisir.

Pengembangan kawasan industri diharapkan tidak hanya berorientasi pada masuknya investasi, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah potensi daerah.

Pemerintah Kota Kendari juga ingin mendorong agar pengembangan kawasan industri dapat berjalan beriringan dengan sektor lain, termasuk pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Salah satu contoh pengembangan ekonomi berbasis kawasan yang telah dilakukan pemerintah daerah terlihat di Pantai Nambo. Hingga Juli 2026, pendapatan asli daerah dari kawasan wisata tersebut telah mencapai sekitar Rp1 miliar, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp124 juta.

“Kami ingin kawasan wisata juga menjadi kawasan ekonomi,” ujar Siska.

Menurut Siska, pendekatan serupa menjadi gambaran arah pembangunan Kota Kendari yang berupaya menghubungkan potensi daerah dengan peluang ekonomi yang lebih luas, termasuk melalui kerja sama dengan pihak internasional.

Siska mengundang delegasi dan calon mitra dari China untuk datang langsung ke Kendari guna melihat potensi investasi dan peluang pengembangan kawasan yang ditawarkan pemerintah daerah.

“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini dapat datang ke Kota Kendari, karena banyak potensi yang sangat menjanjikan untuk kita kembangkan bersama, bukan hanya untuk nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kendari menegaskan keterbukaan terhadap kerja sama internasional menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing daerah. Melalui peluang investasi dan pengembangan kawasan industri tersebut, Kendari berupaya menarik mitra strategis sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....