Program MBG di Sultra Telah Menjangkau 704.66 Peneriman Manfaat

  • 11 Agt 2026 11:50 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) hingga 31 Juli 2026 telah dilaksanakan melalui 282 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dimana program tersebut telah menjangkau 704 ribu 66 penerima manfaat yang tersebar di 17 Kabupaten/ Kota di Sultra.

Skala pelaksanaan program tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pangan dan jasa pendukung untuk memenuhi layanan MBG di daerah.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sultra Iman Widhiyanto menjelaskan pelaksanaan MBG di Sultra saat ini di dukung oleh seribu 969 supplayer dengan estimasi nilai kegiatan mencapai sekitar Rp720,02 miliar.

“Besarnya kebutuhan tersebut menjadikan program MBG tidak hanya sebagai program pemenuhan gizi akan tetapi juga menjadi sumber permintaan yang sangat signifikan bagi komoditas pangan serta jasa logistik lokal,” tutur Iman Widhiyanto di Kendari, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurut Kakanwil DJPb Sultra peluang ekonomi dari program ini akan semakin besar apabila kebutuhan bahan baku dapat di penuhi oleh petani, nelayan, peternak, koperasi dan UMKM yang ada di Sultra, sebab keterhubungan pemasok lokal dengan SPPG dinilai dapat memperpendek rantai pasok, memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga perputaran ekonomi di daerah.

“Untuk itu pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola SPPG perlu memfasilitasi pemetaan kebutuhan, standarisasi mutu, kontrak pasokan, jadwal pengiriman serta mekanisme pembayaran yang jelas// di sisi lain untuk ketersediaan dan stabilitas harga bahan baku masih menjadi perhatian khususnya untuk komoditas buah, sayur, minyak goreng dan Gas,” ujarnya.

Iman Widhiyanto juga menilai aspek keamanan pangan dan kualitas layanan juga harus terus di perkuat melalui penerapan standar operasional Prosedur (SOP), pemenuhan sertifikat lighgen, sanitasi, ketersediaan instalasi pengolahan air limbah, pengawasan bahan baku, proses pengolahan yang higenis hingga pengujian mutu secara berkala. Sementara dari sisi distribusi tantangan lebih besar dihadapi khususnya diwilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti di kabupaten Wakatobi,Konawe Kepulauan dan Buton Selatan dimana cuaca buruk, keterbatasan rute transportasi, pasokan gas serta keterlambatan pemasok berpotensi menghambat pengiriman bahan baku maupun makanan kesekolah.

“Program MBG di Sultra terus menunjukkan perannya dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menggerakan ekonomi lokal dimana tantangan produksi dan distribusi menjadi tantangan dan menjadi perhatian agar program MBG dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan hingga kewilayah kepulauan dan daerah terpencil di Sultra,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....