Dorong UMKM Indonesia Timur Naik Kelas, OJK Kembangkan Digitalisasi Keuangan
- 06 Agt 2026 18:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Indonesia Timur melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan digitalisasi sektor keuangan.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan, serta memperkuat daya saing UMKM sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu skema inovasi yang tengah dikembangkan OJK adalah tokenisasi Real World Assets (RWA) guna mendukung pembiayaan rantai pasok komoditas unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga ekosistem pelaku UMKM.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso menjelaskan bahwa perkembangan teknologi keuangan memberi peluang besar bagi UMKM untuk mendapatkan pembiayaan yang lebih efisien dan inklusif.
"Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi regional dan nasional. Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusivitas, memperkuat efisiensi intermediasi sektor keuangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat," ujar Adi Budiarso.
Ia menambahkan bahwa OJK telah meluluskan sejumlah penyelenggara melalui Regulatory Sandbox untuk masuk ke tahap implementasi pasar, seperti tokenisasi resi gudang beras, produksi kakao, hingga tokenisasi emas.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas langkah strategis OJK dalam mengawal transformasi digital UMKM.
"Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan membangun langkah nyata agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur," kata Fatmawati Rusdi.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mochamad Muchlasin mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,88 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
"Langkah selanjutnya yang akan didorong dalam pengembangan ekonomi daerah antara lain hilirisasi, peningkatan inklusi keuangan, koordinasi lembaga jasa keuangan, penyediaan dan pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha," tuturnya.
Melalui Forum Komunikasi Lintas Bidang ini, OJK bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, dan akademisi berkomitmen membangun ekosistem keuangan digital yang solid demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....