Bijak Beragama Tangkal Hoaks Perkuat Harmoni Digital
- 05 Agt 2026 07:01 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemanfaatan media digital perlu diimbangi dengan sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan agama. Literasi digital menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks serta ujaran kebencian yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Syawal Adrafi, Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Kendari, saat menjadi narasumber dalam program Spada Pro 2 RRI Kendari, Selasa 04 Agustus 2026.
Syawal Adrafi mengajak masyarakat untuk membiasakan tabayun atau melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan informasi yang beredar di media sosial. Langkah sederhana tersebut mampu mengurangi penyebaran informasi palsu yang sering memanfaatkan isu agama demi memancing emosi publik.
Menurut Syawal Adrafi, ajaran agama mengedepankan nilai persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga lisan, termasuk dalam ruang digital. Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang benar serta menghindari komentar yang mengandung ujaran kebencian.
Generasi muda juga didorong menjadi pelopor penyebaran konten positif, edukatif, dan menyejukkan. Kehadiran konten yang membangun dapat memperkuat toleransi serta menciptakan ruang digital yang aman dan harmonis bagi seluruh masyarakat.
Melalui literasi digital yang baik dan pemahaman agama yang moderat, masyarakat diharapkan semakin cerdas menghadapi arus informasi, mampu menangkal hoaks, serta menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang terus bergerak cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....