Program DP3A Go To School, Cegah Bullying di Dunia Maya
- 04 Agt 2026 07:34 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus menggalakkan kesadaran penggunaan media sosial yang bijak sebagai langkah pencegahan segala bentuk perundungan atau bullying sejak usia dini. Seiring dengan kemudahan akses informasi saat ini, media sosial di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain juga membuka celah terjadinya tindakan yang tidak menyenangkan bahkan merugikan bagi anak-anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, .,A.Pi.,MP, menjelaskan pihaknya telah menyusun strategi khusus dalam mendampingi anak-anak saat menggunakan ruang digital. Salah satu program unggulan yang terus digalakkan adalah kegiatan "DP3A Go To School".
"Melalui kegiatan ini, kami turun langsung ke satuan pendidikan untuk memberikan sosialisasi serta edukasi mengenai pentingnya pembatasan waktu dan cara menggunakan media sosial. Hal ini pun sejalan dengan aturan yang dit stipulated oleh Kementerian Komunikasi dan Digital," ujar Fitriani Sinapoy
Ia menegaskan, saat ini kasus perundungan di dunia maya atau cyber bullying sedang marak terjadi dan harus diwaspadai. Berbeda dengan perundungan konvensional, cyber bullying memiliki bentuk berupa penghinaan, pelecehan, hingga penyebaran informasi bohong.
| Baca juga: Pemkot Kendari Gelar FGD Asesmen UPTD PPA |
"Jenis ini jauh lebih berbahaya karena meninggalkan jejak digital yang abadi. Satu konten negatif bisa dibaca oleh siapa saja, lalu dengan mudah disebarluaskan kembali menggunakan tombol bagikan, sehingga dampaknya meluas dengan sangat cepat dan sulit dilacak asalnya," jelasnya.
Oleh karenanya, penanganan masalah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah. Di rumah orang tua wajib melakukan pengawasan ketat, sementara di lingkungan sekolah guru dan tenaga pendidik harus senantiasa mengontrol pergaulan peserta didik. Dengan pengawasan yang terpadu dan pendidikan karakter yang terus ditanamkan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menggunakan media sosial secara positif serta terhindar dari risiko menjadi pelaku maupun korban perundungan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....