Wali Kota Kendari Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di APMA 2026
- 01 Agt 2026 20:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari– Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjadi satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang terpilih mengikuti Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) 2026, sebuah forum kepemimpinan internasional yang mempertemukan para wali kota dan pemimpin daerah dari kawasan Asia Pasifik untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam pembangunan perkotaan.
APMA 2026 diikuti oleh 14 wali kota dan pemimpin daerah dari enam negara, yakni Indonesia, Nepal, Pakistan, India, Sri Lanka, dan Filipina. Program yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2026 tersebut menghadirkan berbagai sesi pembelajaran, mulai dari modul interaktif, diskusi kebijakan, pembelajaran antarkota, hingga pendampingan langsung oleh para pakar internasional.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Kendari membawa enam program prioritas Pemerintah Kota Kendari sebagai rencana aksi yang akan dikembangkan bersama peserta lainnya. Keenam program tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ketahanan banjir dan adaptasi perubahan iklim, perlindungan kawasan mangrove dan pesisir, penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, serta pemberdayaan masyarakat.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan keikutsertaan dalam APMA 2026 merupakan kesempatan berharga untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus membawa berbagai inovasi pembangunan Kota Kendari ke tingkat global.
“Menjadi satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang mengikuti APMA 2026 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Forum ini menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan menghadirkan inovasi pembangunan yang berkelanjutan bagi Kota Kendari,” ujar Siska Karina Imran, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, enam program prioritas yang dipresentasikan memiliki keselarasan dengan fokus APMA 2026 yang menitikberatkan pada pembangunan kota berkelanjutan, penguatan ketahanan terhadap berbagai krisis, pembangunan yang inklusif, aksi perubahan iklim, pengembangan kota cerdas berbasis teknologi, serta pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan setiap hasil pembelajaran dari akademi ini dapat diterapkan di Kota Kendari sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ketahanan lingkungan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Selama mengikuti APMA 2026, seluruh peserta mendapatkan pendampingan dari sejumlah organisasi internasional, di antaranya UN-Habitat, UN ESCAP, UCLG ASPAC, APRU, UNU-IAS, dan IGES. Para mentor memberikan pembinaan mulai dari penyusunan kebijakan hingga implementasi inovasi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Wali Kota Kendari dalam APMA 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Kendari sebagai daerah yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat internasional melalui penerapan berbagai praktik terbaik hasil kolaborasi bersama para pemimpin daerah di kawasan Asia Pasifik (sumber kendarinfo)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....