Polisi Periksa Sampel MBG di Kendari, 58 Santri Dapat Penanganan Medis
- 20 Sep 2026 21:40 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mengamankan sejumlah sampel makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor). Langkah tersebut dilakukan menyusul puluhan santri Pondok Pesantren Al Askar 03, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang mengalami gejala kesehatan setelah menyantap makanan MBG.
Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, selain mengamankan sampel makanan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan penyediaan makanan tersebut.
“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga,” kata Welliwanto Malau saat dihubungi di Kendari, Sabtu.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kepolisian tidak hanya berfokus pada makanan yang dikonsumsi para santri. Penyelidikan juga mencakup pihak-pihak yang terlibat dalam rantai penyediaan, pengolahan hingga pendistribusian makanan program MBG.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (18/9) malam. Sebanyak 58 santri yang terdampak kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Kendari, Fadilah Rizka, makanan yang dikonsumsi para santri dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga yang berada di Jalan Kapten Pierre Tendean. SPPG tersebut dikelola oleh Kepala SPPG Sabdi Rasyid.
Menindaklanjuti kejadian itu, Kapolresta Kendari bersama jajaran dan instansi terkait, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Evi dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, mendatangi fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi para santri.
Petugas juga meninjau lokasi dapur SPPG Watubangga sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Welliwanto menegaskan, hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala kesehatan yang dialami puluhan santri tersebut.
Hasil pemeriksaan sampel makanan di Labfor nantinya menjadi salah satu bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui kandungan dan kondisi makanan yang dikonsumsi para santri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....