Mutiara Pagi: Memaknai Perjalanan Hidup sebagai Bekal menuju Akhirat
- 18 Jul 2026 12:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kehidupan manusia di dunia merupakan sebuah perjalanan yang memiliki tujuan yang jelas, bukan sekadar menjalani hari demi hari tanpa arah. Hal tersebut disampaikan Drs. KH. Muslim, M.Si dalam program Mutiara Pagi RRI Kendari , Sabtu 18 Juli 2026 yang mengangkat tema "Makna Perjalanan Hidup".
Dalam dialog tersebut, KH. Muslim menjelaskan, setiap manusia hendaknya memahami hakikat keberadaannya di dunia. Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah tempat singgah untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
"Kehidupan ini adalah sebuah perjalanan menuju Allah SWT. Karena itu, setiap langkah yang kita lakukan hendaknya bernilai ibadah dan menjadi bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian. Jangan sampai kita terlena dengan kenikmatan dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya," ujar KH. Muslim.
Kyai Muslim mengingatkan bahwa Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur'an mengenai hakikat kehidupan dunia. Firman Allah dalam QS. Al-'Ankabut ayat 64 menyebutkan:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui." (QS. Al-'Ankabut: 64).
Menurut KH. Muslim, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai ladang untuk menanam amal saleh.
Dalam perbincangan itu, KH Muslim juga menyampaikan tiga prinsip utama agar kehidupan di dunia menjadi lebih bermakna dan bernilai ibadah.
Prinsip pertama adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Waktu merupakan nikmat yang tidak akan pernah kembali apabila telah berlalu. Karena itu, setiap kesempatan hendaknya digunakan untuk beribadah, bekerja, menuntut ilmu, dan melakukan berbagai kebaikan tanpa menunda-nunda.
Prinsip kedua adalah mensyukuri seluruh nikmat Allah SWT dengan sikap qana'ah, yaitu merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah tanpa berhenti berikhtiar. Menurut KH. Muslim, qana'ah bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menerima ketentuan Allah dengan hati yang lapang sambil terus bekerja dan berdoa.
Prinsip ketiga adalah senantiasa mengingat kematian. Kesadaran bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak, memperbanyak amal saleh, serta menghindari perbuatan yang dilarang agama. Mengingat kematian bukan untuk menumbuhkan rasa takut semata, tetapi menjadi motivasi agar setiap hari diisi dengan amal yang bermanfaat.
Menjawab pertanyaan pendengar mengenai rasa lelah dalam menjalani kehidupan, KH. Muslim mengatakan, rasa lelah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia.
"Memang dalam menjalani hidup kita pasti akan merasa lelah. Karena dunia ini adalah tempat berjuang, bukan tempat beristirahat. Maka maknailah setiap kelelahan itu sebagai bagian dari ibadah apabila dilakukan untuk mencari rezeki yang halal, menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, membantu sesama, dan menaati Allah SWT," jelasnya.
Kyai Muslim menambahkan, setiap kelelahan yang dilandasi niat karena Allah tidak akan sia-sia. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, maupun kegelisahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa setiap kesulitan dan kelelahan yang dialami seorang mukmin dapat menjadi penghapus dosa apabila dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan.
Di akhir dialog, KH. Muslim mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan menjadikan setiap aktivitas sehari-hari sebagai ladang pahala. Menurutnya, perjalanan hidup akan terasa lebih ringan apabila dijalani dengan keimanan, rasa syukur, serta keyakinan bahwa setiap amal kebaikan akan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
Program Mutiara Pagi diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa hidup bukan sekadar mengejar kesuksesan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang kekal. Dengan memanfaatkan waktu, bersikap qana'ah, serta senantiasa mengingat kematian, setiap muslim dapat menjalani perjalanan hidup dengan lebih bermakna, penuh keberkahan, dan senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....