Kasus TBC di Kendari Capai 923 Orang Pemerintah Perkuat Deteksi Dini

  • 16 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) menyusul meningkatnya jumlah kasus dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Juni 2026, jumlah kasus TBC yang ditemukan telah mencapai 923 orang.

Langkah penanganan dilakukan melalui penguatan strategi berbasis masyarakat, salah satunya dengan melibatkan seluruh elemen hingga tingkat kelurahan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan program ini akan mengoptimalkan peran berbagai unsur masyarakat dalam mempercepat penemuan kasus.

“Melalui program ini, pemerintah akan mengoptimalkan peran lurah, RT/RW, LPM, kader Posyandu, PKK, hingga tenaga kesehatan untuk mempercepat penemuan kasus dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan,” kata Siska Karina Imran.

Ia menjelaskan, Kelurahan Siaga TBC akan menjadi pusat deteksi dini sekaligus pelacakan faktor risiko di masyarakat.

Program ini diharapkan mampu mempercepat penanganan serta menekan potensi penyebaran penyakit yang penularannya sangat cepat melalui udara.

“Semua stakeholder harus bergerak bersama agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Data menunjukkan tren peningkatan kasus TBC di Kendari dalam tiga tahun terakhir, mulai dari 1.660 kasus pada 2023, meningkat menjadi 1.678 kasus pada 2024, hingga 2.126 kasus pada 2025.

Meski demikian, tingginya angka temuan juga menunjukkan sistem deteksi dini yang semakin efektif.

Dari total 923 kasus yang ditemukan hingga pertengahan 2026, sebanyak 896 pasien atau sekitar 97,1 persen telah menjalani pengobatan.

Pemerintah pun terus mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC guna mencegah penularan yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....