Tim SAR Tutup Operasi Kapal Mati Mesin di Perairan Batu Atas
- 05 Jul 2026 18:46 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Buton Selatan - Operasi SAR terhadap kapal GT 21 yang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas resmi ditutup setelah seluruh delapan penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pada pukul 19.09 Wita pihaknya menerima informasi dari pemilik kapal bahwa kapal tersebut telah ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari bersama seluruh penumpang.
"Pemilik kapal melaporkan bahwa kapal telah ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari berikut delapan orang penumpang dalam keadaan selamat," kata Amiruddin A.S.
Dengan selamatnya seluruh penumpang, operasi SAR terhadap kapal GT 21 yang mengalami mati mesin di perairan utara Pulau Batu Atas dinyatakan selesai dan resmi ditutup.
Berdasarkan laporan, kapal Pa'gae dengan delapan orang di atasnya berangkat dari Siompu menuju Wanci pada pukul 05.30 Wita, namun sekitar pukul 09.00 Wita mengalami mati mesin dan upaya perbaikan yang dilakukan di tengah perjalanan tidak berhasil sehingga awak kapal meminta bantuan evakuasi.
Delapan orang yang berada di atas kapal terdiri atas Rahman selaku nakhoda, Bahar, Pace, Adi, Dili, Tompal, Rahim, dan Amang, yang seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Operasi SAR melibatkan SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK RB 210, Kepala Desa Bahari, pemilik kapal, serta nelayan Desa Bahari dengan dukungan Rescue Car, RB 210, kapal nelayan, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 21 kilometer per jam dari arah timur serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....