Anak Cerdas Indonesia: Setiap Anak Adalah Bintang, Tinggal Menunggu Waktu Bersinar

  • 05 Jul 2026 16:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Semangat percaya diri dan keberanian mengembangkan bakat sejak usia dini menjadi fokus pembahasan dalam Program Anak Cerdas Indonesia RRI Kendari, Minggu 5 Juli 2026 yang Menghadirkan dua siswa berprestasi dari SDN 95 Kota Kendari, Nur Fitryah Ramadhani dan Muhammad Ahsan Adam Pratama, dialog tersebut menjadi inspirasi bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi apabila mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.

Nur Fitryah Ramadhani yang berhasil meraih gelar Juara Favorit Trend Model Indonesia mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di atas panggung dan tampil di hadapan banyak orang. Namun melalui latihan yang rutin dan dorongan dari orang tua serta guru, rasa percaya dirinya tumbuh hingga mampu bersaing dalam kompetisi.

"Saya belajar untuk percaya pada diri sendiri. Semakin sering latihan, semakin berani tampil. Saya juga senang karena bisa membawa nama baik sekolah," ungkap Fitryah.

Hal yang sama juga dirasakan Muhammad Ahsan Adam Pratama. Menurutnya, mengikuti ajang fashion bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi sarana belajar disiplin, keberanian, dan tanggung jawab.

"Yang paling penting bukan hanya menjadi juara, tetapi berani mencoba dan terus belajar supaya bisa tampil lebih baik lagi," katanya.

Dalam sesi dialog, presenter menggali bagaimana sekolah memberikan ruang kepada peserta didik untuk terus berkembang. Guru Perwalian SDN 95 Kota Kendari, Gusamin, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah selalu berupaya menjadi tempat yang mendukung lahirnya berbagai prestasi siswa.

Menjawab pertanyaan mengenai harapannya agar semakin banyak anak berani mengikuti kompetisi, Gusamin menekankan pentingnya sinergi semua pihak.

"Yang paling utama adalah dukungan dari orang tua. Setelah itu sekolah harus siap memfasilitasi apabila ada perlombaan atau kegiatan yang dapat mengembangkan potensi anak. Kemudian keterlibatan seluruh guru di sekolah juga sangat penting agar anak merasa didampingi dan percaya diri," jelasnya.

Menurutnya, ketika orang tua dan sekolah berjalan bersama, anak-anak akan memiliki keberanian untuk mencoba berbagai pengalaman baru dan mengembangkan bakat yang dimiliki.

Guru Pendamping Marwa Listiawati, S.Pd., menambahkan bahwa komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mendampingi peserta didik.

"Saya berharap semakin banyak anak berani mengikuti kompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Semua itu membutuhkan kekompakan guru dan anak-anak. Guru juga harus mampu memahami karakter serta suasana hati anak, sekaligus menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua agar proses pendampingan berjalan maksimal," ujarnya.

Di penghujung acara, pesan penuh makna disampaikan untuk seluruh anak anak cerdas serta seluruh keluarga Indonesia.

Gusamin mengajak para orang tua untuk terus percaya terhadap kemampuan anak-anak mereka.

"Untuk orang tua, saya ingin menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan setiap anak tidak ada yang gagal. Semua lahir dengan kelebihan masing-masing. Sedangkan untuk anak-anak, kenali potensimu, teruslah mengembangkannya, rajin berlatih, dan jangan pernah takut memulai sesuatu yang baik," pesannya.

Sementara itu, Marwa mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses belajar.

"Kalau menang jangan menjadi sombong. Kalau kalah jangan berkecil hati. Karena semua anak adalah bintang, tinggal menunggu waktunya saja untuk bersinar sesuai dengan jalannya masing-masing," tutup Marwa.

Dialog dalam Program Anak Cerdas Indonesia tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri. Dengan dukungan orang tua, guru, dan sekolah, setiap anak memiliki peluang yang sama untuk tumbuh menjadi generasi Indonesia yang cerdas, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....