Prestasi Akademik dan Religi Antar Raih Kesuksesan

  • 14 Jun 2026 21:58 WIB
  •  Kendari

RI.CO.ID, Kendari - Prestasi yang diraih generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh pembentukan karakter dan nilai-nilai religius yang kuat. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Idola Anak Pro 1 RRI Kendari, Minggu 14 Juni 2026, yang menghadirkan Nadia Faahsan Alfian, juara bidang renang, Siti Alizah Zara Herman, juara lomba bidang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Dedi Hadiarto, S.Pd, guru pendamping.

Dalam dialog tersebut, Nadia Faahsan Alfian mengungkapkan bahwa keberhasilannya di bidang olahraga tidak terlepas dari kedisiplinan dalam belajar dan berlatih. Menurutnya, keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan bakat menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa seorang pelajar harus mampu mengatur waktu dengan baik agar kegiatan akademik tetap berjalan tanpa mengabaikan latihan yang menjadi bagian dari pengembangan kemampuan diri.

“Prestasi membutuhkan kerja keras dan disiplin. Selain berlatih, saya juga tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawab sebagai pelajar dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Alizah Zara Herman mengatakan bahwa pencapaian di bidang MTQ dan PAI tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter yang lebih baik. Menurutnya, nilai-nilai religius memberikan motivasi untuk terus belajar dan berbuat positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar agama mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu juga membantu saya dalam meraih prestasi di sekolah maupun dalam perlombaan,” katanya.

Di sisi lain, Dedi Hadiarto, S.Pd selaku guru pendamping menjelaskan bahwa keberhasilan seorang anak merupakan hasil dari perpaduan antara kemampuan akademik, pembinaan karakter, dan dukungan lingkungan yang positif. Ia menilai bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai, tetapi juga pada pembentukan sikap dan moral yang baik.

Menurut Dedi, Nadia dan Zara menjadi contoh bahwa prestasi dapat diraih melalui berbagai jalur, baik di bidang olahraga maupun keagamaan. Keduanya menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan.

“Anak-anak perlu memahami bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, dan kemampuan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelajar untuk aktif mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan diri, baik di bidang olahraga, seni, akademik, maupun keagamaan. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari berbagai kegiatan tersebut akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Melalui program Idola Anak, para narasumber berharap semakin banyak anak-anak Indonesia yang termotivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan karakter positif. Dengan memadukan kemampuan akademik dan nilai-nilai religius, generasi muda diharapkan mampu meraih kesuksesan sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....