Pengawasan Bersama Perkuat Integritas Pelaksanaan SPMB Daerah

  • 12 Jun 2026 07:29 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pengawasan yang melibatkan berbagai pihak dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sulawesi Tenggara. Hal tersebut mengemuka dalam dialog Sultra Pagi Ini di Pro 1 RRI Kendari, Kamis 11 Juni 2026, yang menghadirkan narasumber Zumi Kudus, S.Pd., M.Pd., Widyaprada Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja SMA BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kamaruddin Raiya, S.Pd., M.AP., Kasubag Umum dan Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Zumi Kudus menegaskan bahwa pengawasan bersama merupakan salah satu upaya strategis untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai aturan, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam pengawasan menjadi penting karena proses penerimaan murid baru menyangkut kepentingan banyak pihak.

“Pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, sekolah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya, potensi terjadinya kecurangan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem SPMB saat ini telah dirancang dengan mekanisme yang lebih terbuka dan akuntabel. Namun demikian, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kamaruddin Raiya menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen menghadirkan pelaksanaan SPMB yang adil dan transparan bagi seluruh calon peserta didik. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.

“Kami terus memastikan seluruh informasi terkait jalur pendaftaran, persyaratan, hingga hasil seleksi dapat diakses oleh masyarakat. Transparansi ini penting agar masyarakat memahami proses yang berlangsung dan dapat ikut mengawasi,” katanya.

Kamaruddin juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB. Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BPMP, satuan pendidikan, dan masyarakat, pelaksanaan SPMB di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat berlangsung secara objektif, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon murid sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dialog di Pro 1 RRI Kendari tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan bersama dalam mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang berintegritas serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....