Penguatan Kapasitas Perempuan untuk Pengurangan Risiko Bencana
- 08 Jun 2026 19:46 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Penguatan kapasitas perempuan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Perempuan tidak hanya berperan sebagai kelompok yang rentan terdampak bencana, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam membangun ketangguhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Marleni dalam program Sultra Siang Ini di RRI Pro 1 Kendari, Senin 08 Juni 2026.
Menurut Marleni, perempuan sering kali menghadapi tantangan yang lebih besar saat terjadi bencana, mulai dari keterbatasan akses informasi, kebutuhan khusus yang harus dipenuhi, hingga tanggung jawab dalam menjaga keluarga. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pengelolaan kebencanaan perlu terus ditingkatkan.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan kesiapsiagaan bencana, pendidikan mitigasi, pengembangan keterampilan kepemimpinan, serta peningkatan akses terhadap informasi kebencanaan. Dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai, perempuan dapat berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.
Marleni juga menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dalam program pengurangan risiko bencana. Menurutnya, kebijakan dan program kebencanaan perlu mempertimbangkan kebutuhan kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, perempuan memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi dan membangun budaya siaga bencana di tingkat keluarga maupun komunitas. Melalui peran tersebut, perempuan dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana.
Marleni berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas perempuan terus diperkuat untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana. Menurutnya, upaya pengurangan risiko bencana akan lebih efektif apabila seluruh elemen masyarakat dilibatkan secara aktif dan setara.
Melalui dialog di Sultra Siang Ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi semua pihak. Penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat dan mewujudkan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....