Peningkatan Infrastruktur Jalan Perkuat Konektivitas Ekonomi di Buton Utara

  • 06 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Utara. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi sektor unggulan sekaligus penopang utama perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Andi Syahrir, mengatakan Buton Utara menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan infrastruktur pada masa kepemimpinan Gubernur Sultra ASR, karena memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kelautan dan pertanian di kawasan kepulauan Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus barang dan jasa dari sentra produksi menuju pasar, pelabuhan, maupun pusat-pusat distribusi lainnya.

“Pak Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Buton Utara karena daerah ini memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pertanian. Namun, sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur utama distribusi hasil produksi masyarakat masih membutuhkan peningkatan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal,” kata Andi Syahrir di Kendari.

Andi Syahrir menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sultra pada tahun anggaran 2025, telah menyelesaikan perbaikan tiga ruas jalan strategis di Buton Utara dengan total panjang mencapai 16 kilometer. Ketiga ruas tersebut meliputi jalur Lambale–Ereke, Simpang Tiga Bubu–Ronta, serta ruas Ronta–Ereke yang selama ini menjadi akses utama masyarakat dan jalur distribusi komoditas daerah.

Peningkatan infrastruktur tersebut dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, terutama bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada kelancaran akses transportasi darat.

Tidak berhenti pada proyek yang telah selesai, Pemprov Sultra juga mengalokasikan anggaran lanjutan untuk peningkatan ruas jalan Lambale–Ereke sepanjang lima kilometer pada tahun 2026. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan lelang sebelum pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimulai.

“Ruas Lambale–Ereke kembali menjadi prioritas karena merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan kawasan produksi dengan pusat pelayanan dan perdagangan ,” ujarnya.

Selain fokus pada pembangunan jalan utama, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap sejumlah titik kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Pangkowulu, Kecamatan Kambowa, khususnya di titik Tanjakan Pengkolulu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....