Eco-Qurban untuk Penyintas Banjir, Distribusikan Daging Qurban tanpa Plastik

  • 06 Jun 2026 18:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Dalam rangka memaksimalkan momentum Hari Tasyrik terakhir sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian lingkungan, Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA) berkolaborasi dengan KBM FEBI IAIN Kendari dan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sulawesi Tenggara menyelenggarakan kegiatan bertajuk 'Eco-Qurban Kolaborasi Kemanusiaan'.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas organisasi kemanusiaan dan kemahasiswaan dalam menghadirkan manfaat ibadah qurban bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui konsep Eco-Qurban.

Pada kegiatan ini, para relawan menyembelih 1 ekor sapi qurban yang berasal dari peternak lokal di Ds. Silea Jaya, Kec. Buke, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Selain menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah qurban, pemilihan hewan qurban dari peternak lokal juga merupakan bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha peternakan daerah.

Menariknya, proses penyembelihan hewan qurban dilakukan secara langsung oleh Komandan Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), Muhammad Matin Adhiddia, S.Ked., bersama para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan langsung ini menjadi wujud komitmen untuk hadir dalam seluruh rangkaian aksi kemanusiaan, mulai dari proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Berbeda dari pelaksanaan qurban pada umumnya, seluruh proses pengemasan dan pendistribusian daging qurban dalam kegiatan ini menggunakan besek bambu sebagai pengganti kantong plastik. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya nyata mendukung pelestarian lingkungan dan mengurangi timbulan sampah pasca Hari Raya Idul Adha.

Sebagian besar paket daging qurban yang dikelola dalam kegiatan ini didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir di Kota Kendari guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan para penyintas. Sementara sebagian lainnya dialokasikan bagi relawan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja kemanusiaan yang telah diberikan selama proses pelaksanaan kegiatan.

Komandan Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), Muhammad Matin Adhiddia, S.Ked., menyampaikan, kegiatan ini merupakan perpaduan antara nilai ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Qurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan dan pembagian daging, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Melalui konsep Eco-Qurban, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas, baik bagi para penyintas banjir maupun bagi lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami juga berupaya memberdayakan peternak lokal dengan memilih hewan qurban dari daerah sendiri. Semoga kolaborasi ini menjadi contoh bahwa aksi kemanusiaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian alam," ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Arsanul, yang menilai kolaborasi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kami sangat berterima kasih kepada Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), KBM FEBI IAIN Kendari, DDV Sultra, dan seluruh relawan yang telah peduli kepada warga terdampak banjir. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Kami juga mengapresiasi penggunaan besek bambu yang lebih ramah lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak," ungkapnya.

Selain proses penyembelihan dan pengemasan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antarkomunitas relawan, mahasiswa, dan pegiat kemanusiaan di Sulawesi Tenggara. Para relawan terlibat secara langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, penyembelihan, pengemasan menggunakan besek bambu, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Melalui kegiatan Eco-Qurban Kolaborasi Kemanusiaan, Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), KBM FEBI IAIN Kendari, dan DDV Sultra berharap semangat berbagi, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya bersama dalam setiap aksi sosial kemanusiaan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menjadi inspirasi dalam pelaksanaan qurban yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....