Bincang Inspiratif: Fatma Rinambo Berbagi Semangat Pantang Menyerah
- 05 Jun 2026 19:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan mulus. Ada yang harus melewati berbagai tantangan, kegagalan, bahkan penolakan sebelum akhirnya mencapai tujuan yang diimpikan. Kisah tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Fatma Rinambo, S.P., M.P., Ketua Tim Bidang Karantina Tumbuhan BKHIT Sulawesi Tenggara, yang telah mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama hampir 20 tahun.
Dalam program Bincang Inspiratif Sultra Siang, Jumat 5 Juni 2026, Fatma menceritakan, kecintaannya terhadap dunia karantina tumbuhan sudah tumbuh sejak masa kuliah. Latar belakang pendidikan yang ditempuhnya di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan menjadi bekal yang sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab yang kini diembannya.
Namun, perjalanan menuju Balai Karantina bukanlah sesuatu yang mudah. Ia mengaku harus mengikuti proses seleksi hingga lima kali sebelum akhirnya diterima sebagai ASN pada tahun 2006.
"Saya mengikuti tes sampai lima kali. Karena memang sejak awal saya sangat ingin bekerja di Balai Karantina. Jurusan yang saya ambil juga sangat berkaitan dengan tugas-tugas karantina tumbuhan, sehingga saya terus berusaha sampai akhirnya berhasil diterima pada tahun 2006," ungkap Fatma.
Menurutnya, kegagalan yang berulang bukanlah alasan untuk berhenti mencoba. Justru pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter dan mentalnya hingga mampu bertahan serta berkembang dalam dunia kerja selama dua dekade.
Selama mengabdi, Fatma telah menyaksikan berbagai perkembangan di bidang karantina tumbuhan. Mulai dari meningkatnya lalu lintas komoditas pertanian hingga tantangan pengawasan terhadap ancaman hama dan penyakit tumbuhan yang dapat merugikan sektor pertanian.
Dari seluruh pengalaman tersebut, terdapat pelajaran hidup yang selalu dipegang teguh dan ingin dibagikannya kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang berjuang meraih cita-cita.
"Jangan takut mencoba, disiplin dalam menjalani proses, dan tetap tangguh menghadapi kegagalan. Karena kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi dari perjalanan hidupnya sendiri. Lima kali mengikuti seleksi hingga akhirnya berhasil membuktikan bahwa kesuksesan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan komitmen yang kuat.
Fatma berharap pengalaman yang dialaminya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil selama mau belajar, bekerja keras, dan terus memperbaiki diri.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegagalan sebagai sarana pembelajaran dan bukan sebagai alasan untuk berhenti bermimpi.
"Kalau kita memiliki tujuan yang baik, teruslah berusaha. Hasil mungkin tidak datang hari ini, tetapi proses yang kita jalani akan membawa kita pada kesempatan yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.
Kisah Fatma Rinambo menjadi bukti bahwa ketekunan, kecintaan terhadap profesi, dan semangat untuk terus mencoba mampu membawa seseorang mencapai pengabdian yang bermakna bagi bangsa dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....