Mutiara Pagi: Pesan Menyentuh Tentang Bakti kepada Orang Tua
- 16 Mei 2026 08:28 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Nilai-nilai penghormatan kepada orang tua kembali ditegaskan dalam segmen Mutiara Pagi, Sabtu 16 Mei 2026 yang menghadirkan Narasumber H. Ahmad Abdillah Mattinetta, S.S., M.Pd sebagai Narasumber. Mengangkat tema Birrul Walidain, perbincangan tersebut mengajak setiap orang untuk merefleksikan kembali besarnya pengorbanan orang tua dan pentingnya membalasnya dengan kebaikan.
Sejak awal penyampaian pengantar dari Narasumber, suasana sudah terasa menyentuh ketika narasumber mengawali tausiyah dengan hadis Rasulullah SAW tentang orang yang merugi karena tidak memanfaatkan kesempatan berbakti kepada orang tuanya.
Ustad Ahmad Abdillah menyampaikan, Rasulullah SAW sampai mengulang kata 'celaka' sebanyak tiga kali untuk menggambarkan besarnya kerugian seseorang yang memiliki orang tua, namun tidak menjadikannya jalan menuju surga.
“Hadis ini adalah peringatan keras bagi kita semua agar jangan menunda berbuat baik kepada orang tua,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Ustad Ahmad menekankan, jasa orang tua tidak akan pernah dapat dibalas sepenuhnya oleh anak. Sejak mengandung, melahirkan, merawat, hingga mendidik, semua dilakukan dengan penuh pengorbanan dan kasih sayang.
Ustad Ahmad juga mengutip beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis yang menempatkan birrul walidain sebagai amal yang sangat mulia. Salah satu di antaranya ialah hadis tentang amalan yang paling dicintai Allah SWT.
“Ada tiga amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW, yaitu shalat tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah,” terangnya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan seorang anak dengan orang tuanya bukan sekadar hubungan keluarga, melainkan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Dalam sesi interaktif, beliau menjelaskan beberapa bentuk bakti yang dapat dilakukan anak kepada orang tua, di antaranya selalu berbuat baik, menghormati dan memuliakan mereka dengan penuh kasih sayang, serta tidak pernah meninggalkan doa untuk keduanya.
“Kadang yang paling membuat orang tua bahagia bukan harta, tetapi perhatian, tutur kata yang lembut, dan doa dari anak-anaknya,” kataUstad Ahmad .
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Ibu Tiara, menanyakan bagaimana cara mendoakan orang tua dengan baik, terutama bagi seseorang yang sejak kecil telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber menegaskan bahwa seorang anak tetap memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan orang tuanya.
“Tidak perlu merasa terhalang oleh keadaan. Tetap doakan mereka setiap saat dengan doa-doa terbaik,” jelasnya.
Ustad Ahmad kemudian mengajarkan doa singkat yang dapat diamalkan sehari-hari yakni Allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.
Melalui segmen ini, tentunya sangatlah diharapkan kita semakin memahami pentingnya birrul walidain sebagai salah satu jalan memperoleh ridha Allah SWT dan keberkahan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....