Mental Health Pasca Bencana
- 15 Apr 2026 09:10 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Isu kesehatan mental pasca bencana kembali menjadi sorotan dalam dialog publik bertajuk tanggap bencana pada program SPADA yang disiarkan oleh RRI Pro 2 Kendari. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang psikologi untuk membahas pentingnya pemulihan psikologis bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Chadidjah D. Selomo selaku Wakil Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sulawesi Tenggara bidang eksternal menegaskan bahwa peran psikolog sangat krusial dalam fase pascabencana.
Ia menjelaskan bahwa Himpunan Psikologi Indonesia aktif turun langsung dalam penanganan psikologis di wilayah terdampak, termasuk pada peristiwa bencana di Konawe Utara dan kawasan Kali Wanggu.
“Peran HIMPSI dalam penanganan pasca bencana seperti yang terjadi di Konawe Utara dan Kali Wanggu, kami pun juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan layanan penanganan psikologis pasca trauma,” ujar Chadidjah D. Selomo dalam siaran tersebut, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang dapat memengaruhi kondisi mental masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, intervensi seperti konseling, psychological first aid, hingga pendampingan trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari pemerintah daerah, relawan kemanusiaan, hingga tenaga profesional psikologi agar penanganan pascabencana dapat berjalan lebih efektif.
Program SPADA bertema tanggap bencana ini menjadi ruang edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan serta pemulihan mental setelah bencana terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....