Warga Kendari Serbu Pasar Murah di Balai Kota

  • 10 Feb 2026 18:54 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran parkir Balai Kota, Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan ini untuk menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga pangan menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musaruddin, membuka secara resmi acara yang melibatkan BUMN, BUMD, serta berbagai distributor dan pelaku usaha swasta.

GPM yang berlangsung hingga 13 Februari 2026 ini hadir sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam memastikan akses pangan yang mudah bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah adalah wujud kehadiran pemerintah memastikan ketersediaan pangan, harga terjangkau, dan distribusi yang lancar,” ujar Adriana Musaruddin.

Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi di pasar.

Pemerintah Kota Kendari meningkatkan target pelaksanaan GPM dari 120 kali pada tahun lalu menjadi 150 kali sepanjang tahun 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd. Rauf, mengungkapkan bahwa realisasi GPM hingga Januari telah menyentuh angka 20 kali di berbagai kelurahan.

Menariknya, pelaksanaan GPM di awal tahun ini dapat berjalan tanpa menggunakan dana APBD berkat kolaborasi erat dengan pihak Kadin Sultra, Bank Indonesia, hingga TNI.

Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, menambahkan bahwa dalam kegiatan kali ini pihaknya juga menyalurkan subsidi beras murah untuk meringankan beban warga.

“Alhamdulillah, Baznas ikut terlibat memberikan subsidi beras murah. Masyarakat bisa mendapatkan satu sak beras hanya dengan membayar lima puluh ribu rupiah,” terang Amri Natsir.

Selain subsidi pangan, Baznas juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa santunan uang tunai kepada 100 orang yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem.

Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp400.000 sebagai bentuk dukungan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Kombinasi antara pasar murah dan penyaluran bantuan sosial ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman bagi masyarakat rentan di Kota Kendari.

Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional selama GPM berlangsung guna memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Antusiasme warga yang tinggi terlihat sejak pagi hari saat mereka mulai memadati area Balai Kota untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga di bawah pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....