Messi Tebus Penalti Gagal, Sang GOAT Pimpin Comeback Epik Argentina

  • 08 Jul 2026 07:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Lionel Messi sekali lagi menunjukkan mengapa namanya terus disebut sebagai Greatest of All Time (GOAT). Kapten Argentina itu membungkam keraguan setelah gagal mengeksekusi penalti dengan memimpin kebangkitan luar biasa La Albiceleste saat menaklukkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Laga di Atlanta sempat menjadi mimpi buruk bagi Argentina. Mereka tertinggal lebih dulu lewat gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan datang enam menit kemudian ketika wasit menghadiahkan penalti setelah Nicolas Tagliafico dilanggar di kotak terlarang.

Messi maju sebagai eksekutor. Namun, tendangan kaki kirinya mampu ditebak kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Stadion seketika bergemuruh, sementara para pemain Mesir merayakan penyelamatan tersebut layaknya sebuah gol. Kegagalan itu menjadi salah satu momen paling sulit yang dihadapi sang kapten sepanjang turnamen.

Situasi semakin buruk setelah Mostafa Ziko membawa Mesir unggul 2-0 pada menit ke-67. Juara bertahan berada di ambang tersingkir, sementara Messi kembali menghadapi sorotan yang tak sedikit mempertanyakan apakah magisnya telah memudar.

Namun, pemain berusia 39 tahun itu memilih menjawab semuanya di atas lapangan.

Alih-alih larut dalam kekecewaan akibat penalti yang gagal, Messi terus menjadi pusat permainan Argentina. Ia tidak berhenti meminta bola, mengatur tempo, serta membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Usahanya mulai membuahkan hasil pada menit ke-79. Messi mengirim umpan silang terukur yang disambut sundulan Cristian Romero untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan menghidupkan kembali harapan Argentina.

Hanya empat menit berselang, Messi mengambil alih panggung. Menerima umpan Gonzalo Montiel di dalam kotak penalti, peraih delapan Ballon d'Or itu melepaskan penyelesaian tenang yang tak mampu dihentikan Shobeir. Gol tersebut menghapus kesalahan pada babak pertama sekaligus mengubah momentum pertandingan.

Kepercayaan diri Argentina pun kembali. Para pemain La Albiceleste tampil semakin agresif, sementara Mesir mulai kesulitan keluar dari tekanan.

Puncaknya terjadi pada masa injury time. Serangan cepat Argentina berakhir dengan umpan silang Lautaro Martinez yang disambut sundulan Enzo Fernandez menjadi gol kemenangan pada menit ke-90+2. Skor berubah menjadi 3-2 dan memastikan langkah Argentina ke perempat final.

Meski Enzo Fernandez tercatat sebagai pencetak gol penentu kemenangan, kebangkitan Argentina tak lepas dari pengaruh Messi. Setelah gagal menjalankan tugas dari titik putih, ia justru tampil sebagai motor serangan dengan mencetak satu gol dan satu assist pada saat tim paling membutuhkannya.

Pertandingan melawan Mesir menjadi bukti lain bahwa seorang pemain besar tidak diukur dari kesempurnaan, melainkan dari cara ia bangkit setelah mengalami kegagalan. Messi mungkin gagal mengeksekusi penalti, tetapi ia menebusnya dengan memimpin salah satu comeback paling dramatis Argentina di Piala Dunia 2026.

Sang GOAT kembali membuktikan bahwa ketika tekanan mencapai puncaknya, ia tetap mampu menjadi inspirasi yang mengangkat seluruh tim menuju kemenangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....