Menang di Spanyol, Antonelli Sebut Norris Lebih Layak Naik Podium

  • 17 Sep 2026 13:53 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kemenangan Kimi Antonelli pada seri Grand Prix Spanyol di sirkuit anyar Madring diwarnai perasaan dilematis. Pebalap muda Mercedes tersebut secara terbuka mengakui bahwa pesaing terberatnya, Lando Norris, sebenarnya jauh lebih layak berdiri di podium tertinggi pada balapan tersebut. Norris yang mengawali balapan dari pole position berkat lap kualifikasi yang impresif, sempat tampil sangat dominan dan memimpin barisan terdepan tanpa celah. Antonelli bahkan sempat melakukan kesalahan dengan memotong dua tikungan saat berupaya melancarkan aksi manuver menyalip pada fase awal balapan, sebelum akhirnya memilih untuk bertahan secara stabil di urutan kedua di belakang pebalap McLaren tersebut.

Namun, peta persaingan berubah drastis akibat nasib buruk yang melanda strategi tim McLaren di tengah perlombaan. Insiden berhentinya mobil Lance Stroll akibat masalah rem memicu diberlakukannya status Virtual Safety Car (VSC). Momen ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Mercedes untuk memanggil Antonelli melakukan penggantian ban dengan kehilangan waktu yang jauh lebih minimal. Sebaliknya, Norris mengalami kerugian besar karena posisinya sudah terlanjur melewati pintu masuk pit saat VSC diaktifkan. Ketika Norris akhirnya masuk ke pit pada putaran berikutnya, periode VSC telah berakhir sehingga posisinya merosot tajam dari pemimpin lomba ke urutan kelima.

Meski Norris berhasil menunjukkan performa luar biasa untuk merangkak naik dan mengamankan posisi podium ketiga (P3), momen kebetulan tersebut membuat Antonelli tak sepenuhnya puas merayakan kemenangannya. Pebalap Italia itu mengungkapkan bahwa balapan di Madring sangat menguras energi, terutama dalam hal manajemen ban keras di fase akhir. Ia menyayangkan nasib sial yang menimpa Norris, namun tetap bersyukur dapat memaksimalkan celah strategi hingga akhirnya keluar sebagai pemenang balapan serta menahan gempuran ketat dari Max Verstappen di putaran-putaran krusial.

Hasil manis ini menjadi kemenangan Grand Prix kedelapan bagi Antonelli sepanjang musim berjalan, sekaligus memperlebar keunggulannya di puncak klasemen sementara pebalap hingga selisih 81 poin dari rekan setimnya, George Russell. Kendati peluangnya untuk mengukir sejarah sebagai Juara Dunia F1 termuda kian terbuka lebar dengan sisa sembilan balapan, pebalap berusia 20 tahun ini enggan terbuai oleh kalkulasi gelar juara. Antonelli menegaskan pilihannya untuk tetap fokus mengeksekusi setiap balapan demi balapan tanpa terbebani ekspektasi perburuan mahkota juara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....