Sampai Akhir Februari 2026 Penerimaan Pajak di Sultra Capai Rp551,09 Miliar
- 17 Mar 2026 12:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari – Kantor wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sampai dengan 28 Februari 2026 realisasi penerimaan perpajakan di wilayah Sultra mencapai Rp551,09 miliar.
Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra Iman Widhiyanto menjelaskan realisasi penerimaan perpajakan sebesar Rp551,09 miliar tersebebut berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp449.69 miliar dan penerimaan kepabeanan sebesar Rp101,40 miliar.
“Jadi realisasi penerimaan pajak tumbuh sebesar 52,06 persen dari tahun ke tahun (y-on-y), didukung juga oleh penerimaan Kepabeanan yang tumbuh signifikan sebesar 573,07 persen dari tahun ketahun (y-on-y),” ujar Iman Widhiyanto di Kendari, Selasa 17 Maret 2026.
Menurut Iman sedangkan untuk Penerimaan pajak di Sulawesi Tenggara sampai dengan 28 Februari 2026 semuanya mengalami pertumbuhan dimana Komponen pajak yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pajak Bumi dan Bangunan yaitu sebesar 269,69 persen, selanjutnya diikuti oleh Pajak Lainnya sebesar 148,87 perse.
“Hal ini sangat wajar mengingat penerimaan perpajakan dari sektor administrasi pemerintah terdongkrak oleh kondisi belanja negara yang juga meningkat pada awal tahun anggaran 2026, namun demikian penerimaan perpajakan dari kegiatan pertambangan belum optimal dikarenakan masih menunggu terbitnya RKAB Tambang,” jelasnya.
Leboh lanjut Iman Widhiyanto mengatakan untuk Penerimaan Kepabeanan sampai dengan 28 Februari 2026, disumbang oleh bea masuk sebesar Rp101,18 miliar. Capaian ini cukup besar mengingat bahwa penerimaan tersebut telah mencapai 63,30 persen dari target yang ditetapkan pada Tahun Anggaran 2026. Pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai yang signifikan ini didorong oleh adanya pembangungan smelter dimana mayoritas perangkatnya harus diimpor.
“Sementara untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Penerimaan PNBP di Sulawesi Tenggara sampai dengan 28 Februari 2026 mencapai Rp196,31 miliar atau sebesar 26,87 persen dari target yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan Penerimaan PNBP ini tumbuh sebesar 47,06 persen bila dibanding dengan penerimaan tahun lalu. Capaian PNBP tersebut, terdiri dari penerimaan penerimaan PNBP lainnya sebesar Rp82,48 miliar yang mengalami kontraksi sebesar 33,85 persen serta dari pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp113,83 miliar yang tumbuh signifikan sebesar 1.194,34 persen dikarenakan adanya pendapatan UKT pada BLU rumpun Pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....