Diabetes Penyakit Gula Darah
- 11 Mei 2026 07:04 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kadar gula dalam darah diatur oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Hormon ini membantu sel tubuh menyerap gula darah sehingga kadar gula darah tetap dalam batas normal.
Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin, atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan optimal. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Glukosa yang tidak diserap sel tubuh dengan baik akan menumpuk dalam darah dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi.
Sumber ini dikutip dari Alodokter, Diabetes terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi. Diabetes dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
Diabetes tipe 1, terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas yang memproduksi insulin sehingga produksi insulin berkurang atau berhenti
Diabetes tipe 2, yaitu ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal (resistensi insulin) sehingga gula menumpuk di dalam darah
Diabetes gestasional, yaitu diabetes yang terjadi pada ibu hamil, akibat perubahan hormon pada masa kehamilan
Prediabetes, yaitu kondisi gula di dalam darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak setinggi pada penderita diabetes tipe 2
Faktor risiko diabetes
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Faktor-faktor ini tergantung pada jenis diabetes itu sendiri.
Seseorang akan lebih berisiko terkena diabetes tipe 1 jika memiliki faktor risiko berikut:
Berusia 4–7 tahun atau 10–14 tahun
Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
Menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
Menderita penyakit autoimun, seperti penyakit Grave, penyakit Hashimoto, dan penyakit Addison
Mengalami cedera pada pankreas akibat infeksi, tumor, cedera, kecelakaan, atau efek samping setelah operasi besar
Sebelum seseorang terkena diabetes tipe 2, pada umumnya ia akan menderita prediabetes. Faktor risiko prediabetes sama dengan diabetes tipe 2, karena jika tidak ditangani, kondisi ini akan berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Berikut adalah beberapa faktor risiko dari prediabetes dan diabetes tipe 2:
Berusia lebih dari 45 tahun
Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
Jarang beraktivitas fisik atau berolahraga
Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
Menderita prediabetes
Menderita kolesterol tinggi
Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
Memiliki polycystic ovarian syndrome (PCOS)
Sementara itu, ada sejumlah faktor pada ibu hamil yang dapat meningkatkan risikonya terkena diabetes gestasional, yaitu:
Memiliki prediabetes
Mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
Pernah melahirkan anak dengan berat badan >4,1 kg
Gejala Diabetes
Gejala diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional dapat terjadi secara tiba-tiba, sedangkan gejala prediabetes dan diabetes tipe 2 dapat muncul secara bertahap. Oleh sebab itu, penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun.
Beberapa gejala yang dapat terjadi akibat diabetes adalah:
Sering merasa haus atau lapar
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
Penurunan berat badan dan massa otot
Pandangan berbayang
Sering merasa lelah dan lemas
Sering mengalami sariawan
Luka sulit sembuh
Kandungan keton di dalam urine
Infeksi berulang di kulit, gusi, saluran kemih, atau area kelamin
Ada juga beberapa gejala lain yang juga bisa dialami penderita diabetes, misalnya:
Mulut kering
Gatal-gatal di kulit
Disfungsi ereksi atau impotensi
Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki
Bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) yang menjadi tanda resistensi insulin
Kapan harus ke dokter
Jika Anda memiliki faktor risiko di atas dan merasakan gejala diabetes, jangan ragu untuk berkonsultasi secara online lewat Chat Bersama Dokter. Lewat konsultasi, dokter dapat memberikan saran, pemeriksaan, dan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pemeriksaan Diabetes
Dokter dapat memesankan pemeriksaan diabetes lengkap di rumah dengan perawat yang sudah terlatih. Jika memang diperlukan, dokter akan meresepkan obat yang akan dikirimkan langsung ke rumah. Anda juga bisa memesan pemeriksaan diabetes di rumah sakit dekat tempat tinggal dengan menekan tombol di bawah ini.
Diagnosis Diabetes
Untuk mendiagnosis diabetes, dokter akan menyarankan pemeriksaan rutin pada orang yang mengalami gejala atau memiliki faktor risikonya, terutama pada orang yang:
Berusia di atas 35 tahun
Pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil
Memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25
Menderita prediabetes
Menderita HIV
Jika dari pemeriksaan terdiagnosis adanya kandungan gula yang tinggi di dalam darah, dokter dapat menyarankan tes gula darah. Berikut ini beberapa tes gula darah yang dapat dilakukan:
1. Tes HbA1C
Tes JbA1C bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2–3 bulan terakhir. Tes ini mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah.
Pada tes ini, pasien tidak perlu menjalani puasa terlebih dahulu. Berikut adalah hasil yang mungkin didapatkan dari tes HbA1C:
Normal: HbA1C
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....