Waktu Terbaik Olahraga Ringan Saat Menjalani Ibadah Puasa
- 20 Feb 2026 10:38 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menjaga kebugaran fisik selama bulan Ramadan tetap dapat dilakukan melalui aktivitas olahraga yang terukur dan tidak berlebihan bagi kesehatan tubuh. Pada 21 Februari 2026 ini, banyak warga mulai menerapkan pola latihan ringan yang disesuaikan dengan kondisi cadangan energi tubuh guna memastikan otot tetap aktif tanpa memicu kelelahan ekstrem yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah puasa harian.
Dikutip dari panduan bugar Kemenkes RI, waktu paling ideal untuk berolahraga saat puasa adalah sekitar tiga puluh hingga enam puluh menit menjelang waktu berbuka. Melakukan aktivitas fisik pada waktu tersebut memungkinkan tubuh untuk segera mendapatkan asupan cairan dan energi kembali sesaat setelah latihan selesai, sehingga risiko dehidrasi yang membahayakan fungsi ginjal dan jantung dapat diminimalisir secara efektif.
| Baca juga: Kenapa Matahari Pagi Baik untuk Tubuh? |
Dilansir dari tips kebugaran Hello Sehat, jenis olahraga yang disarankan adalah intensitas rendah seperti jalan santai, yoga, atau bersepeda statis di dalam ruangan. Olahraga jenis ini mampu menjaga sirkulasi darah tetap lancar serta memicu keluarnya hormon endorfin yang membuat suasana hati menjadi lebih tenang dan bahagia, tanpa harus membakar kalori secara besar-besaran yang dapat menyebabkan rasa haus berlebih.
Berdasarkan ulasan dari Alodokter, masyarakat diimbau untuk sangat memperhatikan sinyal yang diberikan oleh tubuh saat melakukan aktivitas fisik selama berpuasa. Jika muncul gejala pusing, mual, atau napas yang terasa sangat pendek, maka aktivitas olahraga harus segera dihentikan demi keselamatan, serta disarankan untuk selalu melakukan pemanasan dan pendinginan yang cukup guna menghindari terjadinya cedera otot maupun sendi.
Menurut pelatih kebugaran profesional dalam artikel Kompas Health, olahraga saat puasa sebenarnya membantu tubuh dalam proses detoksifikasi dan pembakaran cadangan lemak secara lebih efisien. Dengan menjaga konsistensi latihan minimal tiga kali dalam sepekan, kebugaran jantung dan kekuatan fisik akan tetap terjaga secara optimal, sehingga setiap individu dapat menjalani sisa bulan Ramadan dengan energi yang selalu segar dan penuh semangat setiap hari.
Konsistensi dalam bergerak adalah kunci utama tubuh yang bugar meski sedang dalam keadaan berpuasa. Dengan memilih jenis olahraga dan waktu yang tepat, warga Kendari diharapkan tetap produktif dan sehat dalam menjalankan ibadah, membuktikan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk tetap aktif menjaga kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....