Kamu Sering Makan Mi Instan? Waspada!
- 14 Feb 2026 13:12 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Mi instan menjadi pilihan banyak orang karena praktis, murah, dan mudah diolah. Namun, konsumsi yang terlalu sering dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika tidak diimbangi asupan gizi yang seimbang.
Mengutip dari artikel Times Indonesia yang ditulis oleh Rizal Dani P, ahli gizi sekaligus anggota Asosiasi Dietisien Indonesia, Diah Maunah, mengingatkan bahwa mi instan sebaiknya tidak dijadikan menu harian. Ia menyebut mi instan lebih tepat dikonsumsi sesekali, bukan sebagai sumber makanan utama.
| Baca juga: Clean Eating dan Pola Makan Sehat |
Dalam artikel tersebut, menurut Diah, persoalan utama pada mi instan terletak pada kandungan natrium, lemak, dan energi yang relatif tinggi. Dalam satu porsi mi instan kuah, kadar natrium dapat mencapai sekitar 1.000 miligram atau lebih, mendekati sebagian besar kebutuhan natrium harian orang dewasa.
Asupan natrium berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Kondisi ini berpotensi memicu gangguan pembuluh darah, masalah ginjal, hingga penyakit kardiovaskular.
Selain itu, konsumsi rutin tanpa tambahan sumber serat dan protein juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Pada remaja, kebiasaan ini berisiko memicu kelebihan berat badan karena tingginya kalori dan rendahnya kepadatan nutrisi.
Meski demikian, mi instan bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Diah menyarankan agar masyarakat membatasi frekuensi konsumsi, mengurangi penggunaan bumbu instan, serta menambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur atau ayam untuk meningkatkan nilai gizinya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan harian.
Dengan pengaturan yang tepat, mi instan tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....