Peneliti Asal Sultra Berhasil Kembangkan Teknologi Microwave dan Katalis
- 26 Agt 2026 06:50 WIB
- Kendari
RRI.CO. ID, Kendari – Sampah plastik dan limbah biomassa masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Plastik sulit terurai, sementara limbah dari pertanian, perkebunan, dan industri sering kali hanya dibuang atau dibakar.
Melihat persoalan tersebut, I Putu Abdi Karya, peneliti asal Sulawesi Tenggara di University of Fukui, Jepang, mengembangkan teknologi yang dapat mengubah limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Dengan menggunakan teknologi microwave dan katalis, limbah plastik dapat diolah menjadi hidrogen (H₂) dan material karbon bernilai tinggi seperti Carbon Nanotubes (CNTs). Sampah plastik → Hidrogen + Material karbon bernilai tinggi.
Tidak hanya plastik, limbah biomassa juga dapat diolah menjadi gas yang kaya hidrogen. Penelitian ini menunjukkan bahwa biomassa memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber energi alternatif, sekaligus membantu menjaga kinerja katalis selama proses berlangsung.
Hidrogensebagai Energi Bersih Masa Depan
Dalam wawancara terkait hasil penelitiannya, Abdi menjelaskan salah satu alasan hidrogen menjadi penting dalam pengembangan energi masa depan adalah karakteristik emisinya saat digunakan sebagai bahan bakar.
“Hidrogen merupakan salah satu energi bersih masa depan yang saat ini banyak dikembangkan di Jepang. Kalau bensin, sisa pembakarannya menghasilkan emisi CO₂. Sementara ketika hidrogen digunakan sebagai bahan bakar, produk utamanya adalah H₂O atau air,” ungkapnya, Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan saat ini masih berada pada skala laboratorium. Namun, hasil yang diperoleh menunjukkan potensi yang cukup besar.
“Untuk saat ini, pada skala laboratorium kami menggunakan sekitar 2 gram sampah plastik dan sudah bisa mendapatkan sekitar2 liter gas hidrogen. Selain itu, dari proses yang sama kami juga bisa memproduksi material karbon yang memiliki nilai tinggi,” kata Abdi.
Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada produk sienergi, tetapi juga pada pemanfaatan karbon yang dihasilkan selama proses. Konsep tersebut memungkinkan satu jenis limbah menghasilkan dua produk bernilai, yaitu hidrogen sebagai sumber energi dan material karbon untuk berbagai aplikasi teknologi.
Yang membuat penelitian ini semakin penting, hasilnya tidak hanya berhenti di laboratorium. Inovasi yang dikembangkan telah menghasilkan paten internasional, sementara penelitian tentang biomassa juga telah diterbitkan dalam jurnal internasional Chemical Engineering and Processing – Process Intensification.
Teknologi ini menawarkan cara pandang baru terhadap limbah. Sampah tidak harus selalu menjadi sesuatu yang dibuang. Dengan teknologi yang tepat, sampah dapat menjadi sumber energi sekaligus bahan baku untuk menghasilkan material bernilai tinggi.
Bagi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi biomassa dan terus menghadapi persoalan sampah, pendekatan ini membuka peluang untuk mengembangkan konsep “sampah menjadi energi” (waste-to-energy) dan ‘sampahmenjadiprodukbernilai’ (waste-to-material).
Dari limbah menjadi energi. Dari masalah menjadi peluang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....