Tim peneliti USN Kolaka Kembangkan Alat Pengering ERK berbasis Teknologi Cerdas
- 18 Agt 2026 12:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Ketergantungan petani terhadap cuaca saat mengeringkan hasil pertanian mendorong tim peneliti Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka mengembangkan teknologi pengering yang lebih terkontrol. Melalui hilirisasi hasil riset, tim mengembangkan Prototipe Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dengan kontrol suhu otomatis dan sistem monitoring jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT).
Teknologi ini dirancang untuk menjawab persoalan pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada kondisi cuaca yang semakin tidak menentu. Perubahan cuaca dapat membuat proses pengeringan berlangsung lebih lama dan tidak seragam. Di sisi lain, penjemuran terbuka juga membuat produk pertanian berisiko terpapar debu, kotoran, mikroorganisme, maupun benda asing yang dapat memengaruhi kualitas dan higienitas produk.
Berbeda dengan pengeringan terbuka, prototipe ERK yang dikembangkan tim USN Kolaka memanfaatkan panas matahari sebagai sumber energi utama sekaligus mengintegrasikannya dengan sistem kendali dan teknologi digital. Sensor suhu dan kelembapan digunakan untuk membaca kondisi ruang pengering, kemudian data tersebut diproses melalui mikrokontroler sehingga kondisi pengeringan dapat dipantau secara lebih presisi.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan monitoring secara real time dari jarak jauh. Pengguna tidak harus terus-menerus berada di depan alat untuk mengetahui kondisi ruang pengering. Informasi dari sensor dapat dipantau melalui sistem IoT berbasis cloud sehingga proses pengeringan dapat diawasi dengan lebih praktis.
Prototipe tersebut dirancang dengan kapasitas sekitar 10 kilogram bahan dalam kondisi basah, menggunakan sensor DHT untuk pemantauan dan pengendalian suhu serta kelembapan, load cell dan HX711 untuk sistem pengukuran berat, serta sistem monitoring berbasis cloud. Rentang suhu operasi yang dirancang berada pada 24–60 derajat Celsius.
Ketua tim pengembang, Sudarmin, S.TP., M.Si., bersama anggota Hasbiadi S., S.T., M.S.T. dan Abdul Rahim, S.P., M.T., mengembangkan teknologi tersebut melalui Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, USN Kolaka. Pengembangan juga melibatkan mahasiswa Haikal Saputra, Anil Hayat, Agussalim, dan Pangga.
Bagi Sudarmin dan tim, pengembangan alat tersebut tidak sekadar menghasilkan perangkat baru, tetapi merupakan bagian dari proses membawa hasil riset keluar dari laboratorium menuju teknologi yang dapat diuji dan dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan teknologi digital bukan sebagai tambahan semata, tetapi sebagai bagian dari sistem pengeringan yang lebih terukur dan adaptif.
Integrasi ERK, kontrol otomatis, sensor, load cell, dan IoT menjadi unsur penting dalam inovasi ini. Sistem tersebut memungkinkan kondisi pengeringan dipantau secara digital dan menjadi dasar untuk pengembangan teknologi pengering yang semakin presisi. Pemanfaatan energi matahari juga membuka peluang penerapan teknologi pascapanen yang lebih hemat energi dan berkelanjutan.
Tahap berikutnya adalah pengujian prototipe pada kondisi yang mendekati penggunaan di lapangan. Tim akan menguji alat menggunakan tiga komoditas pertanian, yaitu kopra, kakao, dan cengkeh. Pengujian akan melihat sejumlah parameter, antara lain kadar air akhir, keseragaman hasil, waktu pengeringan, serta kualitas fisik dan mutu produk.
Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi penyempurnaan teknologi, termasuk peningkatan keandalan alat, efisiensi penggunaan energi, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, prototipe tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi diarahkan untuk memasuki tahapan hilirisasi yang lebih lanjut.
Pengembangan pengering ERK berbasis IoT ini juga menjadi bagian dari upaya USN Kolaka dalam mendorong kampus berdampak melalui inovasi dan hilirisasi riset. Dosen dan mahasiswa terlibat dalam proses perancangan, perakitan, pengujian, dan pengembangan teknologi sehingga kegiatan penelitian sekaligus menjadi ruang pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Teknologi ini nantinya memiliki peluang untuk dimanfaatkan oleh petani, kelompok tani, UMKM agroindustri, maupun unit pengolahan hasil pertanian skala kecil dan menengah. Jika hasil pengujian menunjukkan kinerja sesuai target, pengembangan lebih lanjut dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas, keandalan sistem, serta penyesuaian desain dengan kebutuhan komoditas dan pengguna.
Tim pengembang menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui Program Hibah Prototipe Tahun Anggaran 2026 untuk pengembangan inovasi Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Berbasis Internet of Things (IoT) dengan Kontrol Suhu Otomatis.
Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong proses pengembangan, pengujian, dan penyempurnaan prototipe sehingga hasil riset dapat diarahkan menuju tahap hilirisasi dan penerapan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM agroindustri.
Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Sembilanbelas November Kolaka, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USN Kolaka, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Agribisnis serta Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, atas dukungan terhadap pelaksanaan pengembangan inovasi tersebut.
Dukungan pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi sehingga hasil riset tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi terus berkembang menjadi teknologi tepat guna yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....