Fenomena Curhat ke AI, Tren Baru di Era Digital
- 29 Apr 2026 20:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan informasi dan pekerjaan, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan perasaan. Salah satu fenomena yang mulai banyak terjadi adalah kebiasaan “curhat” kepada chatbot AI, khususnya di kalangan generasi muda.
Kemudahan akses menjadi salah satu alasan utama masyarakat memanfaatkan AI sebagai tempat bercerita. Pengguna dapat mengungkapkan perasaan kapan saja tanpa rasa takut dihakimi. Selain itu, AI dinilai mampu memberikan respons yang cepat dan terstruktur sehingga membantu pengguna memahami kondisi emosional mereka.
Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, perkembangan teknologi digital, termasuk AI, telah mengubah pola interaksi masyarakat secara signifikan. Transformasi digital mendorong munculnya berbagai bentuk komunikasi baru yang lebih praktis dan efisien (Kominfo, 2023).
Di sisi lain, World Health Organization menyebutkan bahwa teknologi digital, termasuk AI, dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung kesehatan mental, terutama dalam memberikan akses awal bagi individu yang membutuhkan bantuan (WHO, 2022). Namun, AI tidak dapat menggantikan peran tenaga profesional dalam penanganan masalah psikologis yang lebih kompleks.
| Baca juga: Fenomena Ngabuburit di Era Digital |
Meski memiliki manfaat, penggunaan AI sebagai tempat curhat juga perlu disikapi secara bijak. Ketergantungan berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi interaksi sosial secara langsung. Selain itu, pengguna juga perlu berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi saat menggunakan layanan berbasis AI.
Fenomena ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alternatif dalam membantu seseorang mengekspresikan emosi. Namun, keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial tetap menjadi hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....