Sespim Polri Bahas Kepemimpinan Futuristis di Polda Sultra

  • 20 Agt 2026 06:13 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melaksanakan penelitian tahap II di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 19 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K. Kegiatan turut dihadiri para pejabat utama, peserta penelitian, serta personel Polda Sultra.

Tim peneliti Sespim Lemdiklat Polri dipimpin Ketua Tim Kombes Pol. Leonardus Eric Bhismo, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakil Ketua Tim Kombes Pol. Frans Sentoe, S.I.K., serta konsultan, sekretaris, dan anggota tim penelitian.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Kepemimpinan Polri yang Futuristis dalam Penegakan Hukum yang Modern dan Berkeadilan".

Kapolda Sultra mengatakan tema penelitian tersebut relevan dengan tantangan kepolisian saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta semakin kompleksnya persoalan keamanan dan penegakan hukum.

Menurut Himawan, kepemimpinan Polri tidak lagi dapat hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Pemimpin kepolisian dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, membaca perubahan, serta mengambil keputusan berdasarkan data dan analisis yang akurat.

“Kepekaan terhadap dinamika kamtibmas serta kemampuan menganalisis setiap potensi gangguan keamanan menjadi salah satu kunci utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Himawan.

Kapolda juga menjelaskan, ancaman keamanan di era modern dapat bermula dari fenomena kecil yang membutuhkan kemampuan deteksi dini dan analisis secara tajam. Karena itu, setiap kebijakan maupun tindakan kepolisian harus didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Himawan juga menyoroti keterkaitan antara hukum, bahasa, dan teknologi sebagai bagian dari perkembangan peradaban manusia. Ketiga aspek tersebut, kata dia, perlu berjalan beriringan untuk mendukung penegakan hukum yang modern, berbasis digital, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Polda Sultra terus mengembangkan berbagai pendekatan berbasis analisis dan teknologi. Penguatan patroli, misalnya, dilakukan dengan memanfaatkan laporan pengaduan masyarakat serta informasi yang berkembang di media sosial.

Di bidang penegakan hukum, Polda Sultra juga menerapkan kebijakan pinjam pakai barang bukti kendaraan bermotor dalam kondisi tertentu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar tetap dapat menjalankan aktivitas selama proses hukum berlangsung.

Sementara di bidang pelayanan publik, Polda Sultra menghadirkan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga wilayah terluar dan kepulauan.

Polda Sultra juga tengah menyusun rencana pengembangan Command Center yang terintegrasi dengan jaringan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi secara real-time sekaligus meningkatkan kemampuan kepolisian dalam mendeteksi dan merespons berbagai potensi gangguan keamanan.

Himawan berharap penelitian Sespim Lemdiklat Polri menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Melalui forum penelitian ini, kita harapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu menjawab tantangan kepemimpinan Polri di masa depan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....