AI dan Pustakawan, Kolaborasi atau Kompetisi?
- 08 Jul 2025 14:55 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Di zaman serba digital ini teknologi terus berkembang dengan cepat, termasuk dalam dunia perpustakaan. Berbagai layanan yang dulu dikerjakan secara manual kini mulai dibantu oleh Artificial Intelligence (AI) yaitu kecerdasan buatan. Mulai dari pencarian buku otomatis, chatbot tanya jawab, hingga sistem rekomendasi bacaan yang dipersonalisasi.
Kemajuan teknologi khususnya kecerdasan buatan (AI), memang membawa banyak kemudahan di dunia perpustakaan. Namun di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan yang cukup menghawatirkan: Apakah pustakawan masih dibutuhkan jika banyak tugas bisa diambil alih oleh mesin?.
Pertanyaan ini menjadi bahan renungan yang pas di momen Hari Pustakawan Nasional 2025, apalagi saat perpustakaan-perpustakaan termasuk di Kota Kendari tengah gencar melakukan transformasi digital.
Meski AI bisa bekerja cepat dan efisien dalam mengolah data, tetap saja ada hal-hal yang tak bisa ditiru oleh mesin seperti kemampuan memahami perasaan pengguna, membaca kebutuhan yang tak terucap, dan membangun komunikasi yang hangat.
Pustakawan bukan sekedar orang yang mengelola buku, tetapi juga teman belajar, penunjuk arah dalam lautan informasi, dan penggerak semangat membaca di tengah masyarakat. Nilai-nilai inilah yang menjadikan peran mereka tetap penting, bahkan di era yang serba digital ini.
Daripada melihat AI sebagai pesaing, kini banyak perpustakaan mulai menggunakannya sebagai alat bantu kerja. Teknologi ini membantu pustakawan menghemat waktu dalam tugas rutin, sehingga mereka bisa lebih fokus pada hal-hal yang bersifat strategis dan edukatif. Berikut contoh dari manfaat (AI) yaitu :
• Membantu mengelompokkan koleksi secara otomatis.
• Menganalisis tren bacaan pengunjung.
• Menyediakan layanan tanya jawab sepanjang waktu.
• Memudahkan proses digitalisasi arsip dan dokumen penting.
Dengan pendekatan ini, pustakawan dan AI bisa saling mendukung untuk memberikan layanan yang lebih cepat, cerdas, dan tetap manusiawi.
Profesi pustakawan akan tetap penting di masa depan, asalkan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Menguasai teknologi, memahami cara kerja sistem digital, serta terbuka pada inovasi akan menjadi kunci agar peran pustakawan tidak tertinggal.
Hari Pustakawan Nasional 2025 menjadi momen yang tepat untuk menegaskan bahwa kolaborasi antara manusia dan mesin bukan hanya mungkin, tapi juga diperlukan. Di tangan pustakawan yang adaptif, (AI) akan menjadi mitra bukan ancaman. (Andi Trisna Putri Parenrengi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....