Dinkes Kendari Ingatkan Calon Haji Waspadai Cuaca Ekstrem dan Risiko ISPA

  • 14 Mei 2026 13:47 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Kesehatan Kota Kendari mengingatkan seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Kota Kendari untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, mengatakan suhu udara di Tanah Suci selama musim haji diperkirakan dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Kondisi tersebut dinilai rawan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh jemaah, khususnya lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami jemaah haji karena dipicu cuaca ekstrem, kelelahan fisik, serta tingginya interaksi antarsesama jemaah di area keramaian,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026

Menurutnya, selain ISPA, gangguan kesehatan lain yang juga perlu diwaspadai ialah penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK. Kondisi tersebut dapat muncul akibat aktivitas fisik berlebih, dehidrasi, hingga perubahan cuaca yang cukup ekstrem dibandingkan Indonesia.

Hasria menjelaskan, rangkaian ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental yang baik karena jemaah akan menjalani aktivitas padat dalam kondisi suhu tinggi dan kepadatan manusia yang besar.

Karena itu, pihaknya terus mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kebugaran tubuh sejak sebelum keberangkatan dengan mengatur pola makan, istirahat cukup, serta rutin mengonsumsi vitamin dan obat-obatan pribadi sesuai anjuran dokter.

Selain menjaga kondisi tubuh, jemaah juga diminta memperhatikan perlengkapan pelindung diri selama berada di Arab Saudi.

Penggunaan masker, payung, kacamata hitam, hingga konsumsi air putih yang cukup dinilai penting untuk mencegah dehidrasi dan paparan panas berlebih.

“Jangan memaksakan diri saat menjalankan ibadah jika kondisi tubuh sedang menurun. Kesehatan jemaah harus menjadi prioritas agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik,” katanya.

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya juga mengingatkan, cuaca panas ekstrem saat musim haji dapat meningkatkan risiko heatstroke, dehidrasi, gangguan pernapasan, dan kelelahan berat, terutama pada jemaah lansia. Karena itu, edukasi kesehatan dan pemeriksaan medis menjadi bagian penting sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kendari, Sunardin, menyampaikan jumlah calon jemaah haji asal Kota Kendari tahun 2026 mencapai 546 orang atau sekitar 26,5 persen dari total jemaah haji Sulawesi Tenggara.

Ratusan jemaah tersebut dijadwalkan diberangkatkan melalui lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 32, 34, 36, 39, dan 43.

“Pemberangkatan jemaah dimulai pada 12 Mei 2026 melalui tiga penerbangan dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 untuk satu penerbangan berikutnya,” ujar Sunardin.

Pemerintah juga terus mengimbau seluruh calon jemaah agar disiplin menjaga kesehatan sebelum dan selama menjalankan ibadah haji guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan di Tanah Suci.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....