Operasi Gabungan BNNP Sultra Ungkap 12 Pengguna Narkoba

  • 09 Nov 2025 10:52 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dan BNN Kota Kendari melaksanakan operasi gabungan bertajuk “Operasi Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika Terpadu Bersama Polda Sultra” selama dua hari, pada 6–7 November 2025.

Operasi dilakukan di dua wilayah Kota Kendari, yakni Kelurahan Kadia dan Kelurahan Kemaraya.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra, Kombes Pol Alam Kusuma S. Irawan, S.H., S.I.K., M.H., menyebut operasi ini menyasar empat titik rawan penyalahgunaan narkoba.

“Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 12 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Mereka terindikasi mengonsumsi berbagai jenis zat seperti Methamphetamine, Amphetamine, Benzodiazepine, dan Dihydrocodein,” ungkap Kombes Alam Kusuma, Jumat (7/11/2025).

Dalam pelaksanaan operasi, sempat terjadi penolakan dari salah satu warga yang enggan menjalani tes urine.

“Benar, sempat terjadi ketegangan di lokasi. Salah satu penghuni kontrakan menolak dites, namun setelah diberikan pemahaman, yang bersangkutan bersedia dan hasilnya positif Methamphetamine,” jelasnya.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya aktivitas penyalahgunaan, antara lain bong (alat isap), enam korek api, tiga batang pipet, sumbu plastik rakitan, serta plastik bening clip bekas sabu.

Seluruh 12 orang yang diamankan kemudian menjalani pemeriksaan awal dan akan diserahkan ke Bidang Rehabilitasi BNNP Sultra untuk proses asesmen serta rehabilitasi.

Operasi ini mendapat dukungan dari masyarakat. Ketua RW di kawasan Kemaraya, Erik Lawit, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kami senang dengan adanya razia seperti ini. Harapan kami, kegiatan semacam ini bisa rutin dilakukan agar lingkungan kami benar-benar bersih dari narkoba,” ujarnya.

Kombes Alam Kusuma menambahkan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan di berbagai wilayah lain di Sultra.

“Sulawesi Tenggara masih termasuk daerah rawan narkotika. Kegiatan seperti ini tidak akan berhenti di sini,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....