Usaha Ayam Parende Kampung Berawal dari Hobi dan Demi Keluarga
- 08 Agt 2026 11:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Hobi memelihara ayam kampung menjadi awal lahirnya usaha kuliner ayam parende milik Laode Muhammad Kodam, S.Pd.I. Dalam wawancara bersama Yuliana Linda di RRI Kendari, Laode Muhammad Kodam mengungkapkan usaha tersebut muncul karena keinginan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga di tengah aktivitas yang lebih banyak dihabiskan di rumah sebagai pengajar mengaji.
Sejak kecil, Kodam gemar memelihara ayam kampung sekaligus menyukai cita rasa ayam parende. Kebiasaan membeli menu tersebut di pasar kemudian mendorongnya mencoba memasak sendiri. Pengalaman pernah mengelola restoran semakin menambah keyakinan untuk kembali menghadirkan masakan yang pernah dikenal dan disukai masyarakat.
| Baca juga: Dari Dapur Rumah menuju Sukses |
Saat ini, seluruh ayam dipelihara sendiri, mulai dari ayam kampung, ayam petelur hingga ayam ras. Proses memasak dilakukan setelah ayam dibakar terlebih dahulu agar aroma amis hilang dan cita rasanya semakin gurih. Sang istri bertugas memasak, sedangkan Kodam memastikan rasa setiap hidangan tetap konsisten sebelum disajikan kepada pelanggan.
Meski baru sekitar empat bulan mengembangkan peternakan ayam, permintaan terus meningkat. Dalam satu kesempatan, pesanan mencapai 35 ekor ayam untuk acara keluarga, arisan, hingga berbagai kegiatan lainnya. Harga ayam parende matang dimulai dari Rp100 ribu per ekor, sementara ayam berukuran kecil dijual dua ekor seharga Rp150 ribu. Selain ayam parende, tersedia pula ayam bakar, rica-rica, ayam kari, serta menu jantung pisang seharga Rp15 ribu per porsi yang menjadi salah satu favorit pelanggan.
| Baca juga: Hobi Bisa Menghasilkan Cuan |
Seluruh penjualan dilakukan secara daring dari rumah dengan sistem memasak berdasarkan pesanan. Cara tersebut dinilai lebih efektif karena waktu produksi dapat diatur sesuai kebutuhan tanpa harus membuka restoran setiap hari. Hingga kini, seluruh pelanggan memberikan tanggapan positif, bahkan beberapa di antaranya memesan hampir setiap hari.
Tantangan terbesar berasal dari usaha peternakan, terutama saat musim hujan. Kodam pernah kehilangan sebagian besar ayam akibat banjir yang menyebabkan kandang tergenang dan memicu munculnya penyakit. Dari 100 ekor ayam yang dibeli, hanya sembilan ekor yang berhasil bertahan hidup.
Melalui siaran RRI Kendari, Kodam berharap usaha ayam parende kampung semakin dikenal masyarakat Kota Kendari. Ke depan, tidak menutup kemungkinan membuka kembali restoran apabila tersedia tim yang dapat dipercaya untuk mengelolanya, sehingga cita rasa khas ayam parende tetap dapat dinikmati lebih banyak pelanggan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....