Menjaga Stabilitas Ekonomi Melalui Saving dan Investasi

  • 17 Apr 2026 12:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Dinamika inflasi yang terus berubah memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Dalam sebuah dialog bertema Dinamika Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat, Kamis, 16 April 2026, Statistisi Ahli Madya BPS Sulawesi Tenggara, Erra Septy Vibriane, S.Si., M.E., menekankan pentingnya strategi keuangan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Erra, masyarakat perlu memahami perbedaan peran antara saving (tabungan) dan investasi dalam pengelolaan keuangan. Ia menjelaskan bahwa saving memiliki fungsi utama sebagai penopang kebutuhan jangka pendek, terutama dalam menjaga kestabilan kas rumah tangga di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Kita butuh saving untuk menjaga kas kita dalam waktu dekat. Kalau masalah investasi itu adalah suatu usaha menjaga stabilitas ekonomi kita di jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Erra menambahkan bahwa inflasi yang meningkat dapat menggerus daya beli masyarakat, terutama jika tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya fokus pada konsumsi, tetapi juga mulai membangun kebiasaan menabung serta berinvestasi secara bijak.

Dalam kondisi ekonomi yang dinamis, kombinasi antara saving dan investasi dinilai menjadi langkah strategis. Saving memberikan keamanan finansial dalam menghadapi kebutuhan mendesak, sementara investasi berperan dalam melindungi nilai aset dari dampak inflasi dalam jangka panjang.

Dialog ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sehingga mampu menghadapi tekanan inflasi dengan lebih siap dan terencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....