Awal Tahun, Keuangan Keluarga Menipis

  • 26 Des 2025 16:22 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Bagi banyak keluarga Indonesia, Januari kerap menjadi bulan yang terasa berat secara finansial. Setelah melewati rangkaian libur akhir tahun, pengeluaran rumah tangga sering kali belum seimbang dengan pemasukan yang kembali normal. Tak heran jika istilah “Januari seret” begitu akrab di telinga masyarakat.

Perencana keuangan keluarga Dina Prameswari, CFP, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak langsung dari tingginya pengeluaran di bulan Desember. “Dalam konteks keluarga, akhir tahun bukan hanya soal liburan, tetapi juga biaya anak, hadiah, acara keluarga besar, hingga kebutuhan tahunan yang dibayar sekaligus,” ujarnya.

Menurut Dina, banyak orang tua secara tidak sadar mengorbankan anggaran bulan berikutnya demi kebahagiaan keluarga di akhir tahun. Akibatnya, arus kas rumah tangga di Januari menjadi lebih ketat.

Memasuki awal tahun, keluarga juga dihadapkan pada berbagai pengeluaran rutin yang datang hampir bersamaan, seperti uang sekolah, iuran, cicilan, tagihan listrik dan air, hingga pajak kendaraan. Gaji di Januari sering kali sudah ‘habis di depan’ karena kebutuhan pokok keluarga datang berbarengan, jelas Dina.

Kondisi ini diperparah oleh perubahan ritme pemasukan. Jika Desember terkadang disertai bonus atau penghasilan tambahan, Januari umumnya kembali ke pendapatan normal. Namun, pola belanja belum tentu ikut menyesuaikan.

Tak hanya berdampak pada angka, keuangan yang seret juga berpengaruh pada suasana rumah. Orang tua bisa menjadi lebih cemas, sementara anak belum sepenuhnya memahami situasi tersebut.

Meski kerap dianggap bulan sulit, Januari sebenarnya dapat menjadi momentum evaluasi keuangan keluarga. Menyusun anggaran bersama pasangan, meninjau ulang prioritas kebutuhan, serta melibatkan anak dalam pemahaman sederhana tentang uang dapat membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

“Januari bukan tentang kekurangan, melainkan tentang belajar menata ulang keuangan keluarga dengan lebih bijak untuk sisa tahun ke depan,” tutup Dina.

Dengan perencanaan yang lebih sadar dan komunikasi yang baik, bulan Januari tidak harus selalu identik dengan keuangan seret. Justru dari awal tahun inilah keluarga bisa memulai langkah kecil menuju kondisi finansial yang lebih stabil dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....