Peresean Sasak, Duel Rotan Identitas Laki-Laki Lombok

  • 15 Des 2025 22:30 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Peresean merupakan tradisi duel rotan masyarakat Sasak di Lombok yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini dikenal sebagai bagian dari ritual adat sekaligus pertunjukan budaya masyarakat setempat.

Sejarah Peresean berakar dari latihan keprajuritan masyarakat Sasak pada masa lampau. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat Peresean berkembang sebagai simbol kesiapan fisik dan mental laki-laki Sasak.

Baca: Permainan Tradisional Jamuran dan Nilai Kebersamaan Masyarakat Jawa

Dalam Peresean, dua petarung yang disebut pepadu saling berhadapan menggunakan rotan (penjalin) dan perisai kulit (ende). Pertandingan dipimpin wasit adat bernama pakembar yang memastikan aturan dipatuhi.

Aturan Peresean melarang serangan ke bagian tubuh bawah dan kepala. Pertandingan dihentikan apabila salah satu pepadu mengalami luka terbuka atau dinyatakan kalah oleh pakembar.

Makna utama Peresean terletak pada keberanian dan pengendalian diri. Tradisi ini menekankan sikap ksatria, sportivitas, dan penghormatan kepada lawan.

Penelitian dalam Jurnal Humanika Universitas Mataram menyebut Peresean berfungsi sebagai pendidikan karakter bagi laki-laki Sasak. Nilai keberanian dipadukan dengan etika sosial dan tanggung jawab adat.

Dalam konteks budaya, Peresean juga berperan sebagai sarana mempererat solidaritas komunitas. Pertunjukan ini kerap digelar pada upacara adat dan perayaan masyarakat.

Hingga kini, Peresean tetap dijaga sebagai identitas budaya Lombok. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keberanian dalam budaya Sasak selalu berjalan seiring dengan kehormatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....