Permainan Tradisional Jamuran dan Nilai Kebersamaan Masyarakat Jawa

  • 11 Des 2025 21:08 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Permainan tradisional menjadi salah satu cara mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda. Jamuran dari Jawa merupakan permainan kelompok yang mengajarkan interaksi dan kerja sama sejak dini.

Peneliti dalam Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia (2019) menjelaskan bahwa permainan tradisional mampu melatih koordinasi fisik dan sosial anak. Temuan tersebut sejalan dengan catatan Balai Pelestarian Budaya XI yang menggambarkan jamuran sebagai permainan yang menumbuhkan kebersamaan.

Dalam praktiknya, jamuran dimainkan oleh beberapa anak yang berdiri membentuk lingkaran. Seorang pemain berada di tengah sambil menyanyikan tembang “Jamuran” yang mengatur jalannya permainan.

Ketika nyanyian berhenti, pemain di tengah akan menyebut jenis “jamur” yang harus ditirukan gerakannya. Anak-anak yang berada di lingkaran kemudian mengikuti instruksi tersebut dengan penuh antusias.

Permainan ini tidak memerlukan alat khusus sehingga dapat dimainkan di ruang terbuka mana pun. Kesederhanaannya membuat jamuran tetap relevan bagi anak-anak di berbagai lingkungan.

Selain aspek hiburan, jamuran mengandung nilai kebudayaan yang kuat. Gerak dan lagu yang diwariskan turun-temurun menjadi media pembelajaran tentang identitas Jawa.

Kegiatan ini juga melatih anak untuk memahami aturan bersama. Pemain belajar menunggu giliran, mendengarkan instruksi, dan menghormati keputusan kelompok.

Upaya pelestarian permainan jamuran penting dilakukan agar tidak tergerus perkembangan teknologi. Mengajak anak bermain jamuran dapat menjadi langkah kecil mengenalkan kembali budaya yang menyatukan banyak generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....