OJK: Kinerja Perbankan Tetap Kuat ditengah Ketidakpastian Global
- 15 Sep 2026 07:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat optimisme industri perbankan tetap terjaga pada triwulan III 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global dan domestik, tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) sebesar 56 di Jakarta, 10 September 2026.
Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III 2026 melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026 yang mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data Juni 2026.
Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK Sekar Putih Djarot mengatakan hasil survei menunjukkan industri perbankan masih memiliki prospek kinerja yang kuat dengan kemampuan pengelolaan risiko yang tetap terjaga.
“Industri perbankan tetap optimis terhadap prospek kinerja, sementara persepsi terhadap risiko masih terkendali, sehingga perbankan diperkirakan mampu menjaga pertumbuhan yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik,” ujar Sekar Putih Djarot.
Optimisme tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang mencapai 83 atau berada pada zona optimis, dengan responden memperkirakan kredit tetap tumbuh seiring meningkatnya permintaan serta ekspansi kredit melalui pipeline yang tersedia.
Dari sisi risiko, Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat sebesar 57, dengan mayoritas responden memperkirakan kualitas kredit, Posisi Devisa Netto (PDN), dan risiko likuiditas tetap terjaga, sementara alat likuid dan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan terus tumbuh.
Industri Pengolahan yang menjadi sektor paling dominan dalam penyaluran kredit mencatat pertumbuhan kredit sebesar 16,85 persen secara tahunan pada Juli 2026 dan diproyeksikan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.
Meski demikian, seluruh responden bank umum menunjukkan kewaspadaan terhadap ketidakpastian global yang berpotensi berlangsung dalam jangka panjang dan berdampak terhadap prospek perekonomian nasional, sehingga keberlanjutan kinerja perbankan tetap membutuhkan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil, dan kondusif.
OJK menyebut kondisi sektor perbankan hingga saat ini masih ditopang pertumbuhan kredit yang positif, permodalan yang kuat, serta likuiditas yang memadai, sementara SBPO terus dilakukan setiap triwulan untuk memantau arah perekonomian, persepsi risiko, dan kecenderungan bisnis perbankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....