OJK Dorong Budaya Menabung sejak Dini untuk Perkuat Literasi Keuangan

  • 02 Sep 2026 18:27 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • OJK bersama kementerian, lembaga, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah memperkuat budaya menabung serta literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
  • Puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 diselenggarakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat.
  • Tema kampanye tahun 2026 adalah 'Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan' dengan fokus pada peningkatan kesadaran finansial generasi muda Indonesia.

RRI.CO.ID, Bekasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” yang puncaknya digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan budaya menabung perlu dibangun sejak dini karena dapat membantu generasi muda mempersiapkan masa depan sekaligus membentuk kebiasaan mengelola keuangan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” kata Friderica.

Ia menyampaikan tingkat literasi dan inklusi keuangan secara nasional masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen, namun capaian pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih perlu diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.

Program penguatan budaya menabung tersebut antara lain dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang diarahkan untuk memperluas akses rekening dan layanan keuangan bagi pelajar.

OJK menargetkan penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian dari upaya mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045.

Melalui Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap budaya menabung semakin berkembang di kalangan generasi muda, disertai kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....