BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Baubau dan Wakatobi

  • 14 Sep 2026 08:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Syamsuddin Jufri, mengatakan peringatan dini gelombang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter berlaku mulai 13 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 16 September 2026 pukul 08.00 WITA. Kondisi angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2 hingga 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi diperkirakan dapat mencapai 25 knot atau sekitar 6 Skala Beaufort, terutama di Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian timur, serta Laut Banda timur Wakatobi. Potensi gelombang sedang hingga tinggi juga dapat terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Perairan Wakatobi bagian barat, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, dan Laut Banda Timur Wawonii.

Syamsuddin mengingatkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan tradisional dan operator kapal berukuran kecil. Risiko terhadap perahu nelayan dinilai tinggi ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi ketika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.

BMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa pelayaran di wilayah Baubau, Wakatobi, dan sekitarnya untuk mengutamakan keselamatan. Masyarakat juga diimbau terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini maritim resmi BMKG sebelum maupun selama melakukan aktivitas di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....