Ketahanan Pangan Sultra Aman Menjelang Iduladha, Stok Beras Cukup untuk 5 Bulan
- 21 Mei 2026 12:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan kondisi ketahanan pangan daerah masih aman meski sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga akibat cuaca dan meningkatnya permintaan masyarakat. Pemprov Sultra bersama kabupaten dan kota kini lebih fokus menjaga stabilitas harga di pasaran melalui gerakan pangan murah dan penguatan distribusi bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, mengatakan stok pangan strategis di Sulawesi Tenggara masih dalam kondisi terkendali dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan. Stok beras di Sultra saat ini mencapai sekitar 113 ribu ton, dengan sekitar 82 ribu ton dikuasai Bulog.
"Jumlah stok yang kita miliki ini kita perkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan mendatang. Artinya stok kita masih dalam kondisi aman dan terjaga," ujar Ari Sismanto, Rabu (20/5/2026).
Stok Jagung Cukup untuk 11 Bulan
Dia menjelaskan, selain beras, stok jagung juga dinilai mencukupi. Ketersediaan jagung masih berada di atas 20 ribu ton dan diperkirakan mampu bertahan hingga 11 bulan ke depan.
"Meskipun beberapa wilayah di Sultra sempat terdampak banjir, kondisi distribusi dan manajemen stok pangan daerah masih berjalan baik sehingga tidak mengganggu ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya.
Gerakan Pangan Murah dan 480 Kios Pangan Diaktifkan
Pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian harga menjelang Iduladha. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah digelar sebanyak 150 kali sejak Januari 2026.
"Program GPM ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, salah satunya Kota Kendari yang saat ini sedang berlangsung. Harga yang dijual di gerakan pangan murah pasti harga distributor dan lebih murah dari pasar," katanya.
Pemprov Sultra juga mengaktifkan 480 kios pangan Sultra yang menyediakan kebutuhan pokok seperti beras SPHP, Minyakita, bawang merah, dan bawang putih dengan harga terjangkau. Distribusi beras SPHP dari Bulog juga terus dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.
Inflasi Sultra Terkendali, Posisi ke-12 Nasional
Ari mengakui terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kondisi tersebut dinilai masih wajar karena dipengaruhi faktor cuaca serta meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan nasional. Meski demikian, ia memastikan inflasi Sulawesi Tenggara masih berada dalam kategori terkendali.
"Inflasi tahunan kita berada di angka 2,98 persen. Itu masih dalam target nasional, yakni 2,5 plus minus 1 persen," jelasnya.
Dia menyebut Sultra saat ini berada di urutan ke-12 nasional dalam pengendalian inflasi. Angka tersebut menunjukkan keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen masih dapat dijaga.
"Petani bisa untung, pedagang juga bisa untung, dan masyarakat tetap bisa tersenyum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....