Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap, Mulai, Berinovasi

  • 27 Apr 2026 17:51 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia atau World Intellectual Property Day 2026 jatuh pada 26 April. Setiap tahun pada tanggal ini, masyarakat dunia diajak meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kekayaan intelektual (KI), mulai dari paten, merek dagang, desain industri, hingga hak cipta.

Asal-usul Hari KI Sedunia

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia dicanangkan oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) pada tahun 2000. Tanggal 26 April dipilih karena bertepatan dengan hari berlakunya Konvensi WIPO tahun 1970, sebagai simbol komitmen global terhadap perlindungan dan penguatan sistem KI. Melalui peringatan ini, WIPO ingin mengajak publik memahami bagaimana KI mendorong inovasi, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi.

Tema 2026: “IP and Sports: Ready, Set, Innovate”

Tema resmi Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 adalah “IP and Sports: Ready, Set, Innovate” atau dalam bahasa Indonesia: “Kekayaan Intelektual dan Olahraga: Siap, Mulai, Berinovasi”. Tema ini menyoroti bagaimana paten, desain, merek dagang, dan hak cipta mendorong kemajuan teknologi, perlengkapan, dan pengalaman menonton olahraga di seluruh dunia.

Industri olahraga kini berkait erat dengan mode, hiburan, media, kesehatan, dan produk konsumen. KI menjadi fondasi yang melindungi inovasi mulai dari desain sepatu atlet, teknologi pemantau performa, hingga siaran dan konten olahraga yang kita nikmati di rumah. Dengan tema ini, WIPO mengajak semua pihak untuk melihat olahraga bukan hanya sebagai permainan, tetapi sebagai ekosistem kreatif dan inovatif yang didukung oleh hak kekayaan intelektual.

Peran KI dalam Mendukung Atlet dan Penonton

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 menegaskan bahwa di balik setiap catatan prestasi atlet, siaran olahraga, dan even besar, ada jaringan KI yang melindungi ide, desain, dan karya para pencipta dan penemu. KI mendorong inovasi teknologi pendukung performa, perlindungan merek klub dan ajang olahraga, serta keamanan hak cipta atas konten pertandingan dan merchandise.

Peringatan ini juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan penggiat olahraga untuk lebih menghargai kontribusi para inovator dan kreator yang bekerja di balik layar, agar dunia olahraga tetap dinamis, inklusif, dan dapat diakses oleh semua orang di mana pun. Di Indonesia, tema “Kekayaan Intelektual & Olahraga: Siap Berinovasi” juga digunakan Kementerian Hukum dan HAM untuk memperkuat edukasi KI di kalangan atlet, pelatih, dan industri olahraga nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....