Wali Kota Kendari Pastikan Kesiapsiagaan Karhutla dan Call Center 112
- 26 Agt 2026 12:08 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang diprediksi meningkat pada puncak musim kemarau 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, usai mengikuti Apel Siaga dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sultra, Rabu 26 Agustus 2026.
Apel tersebut dipimpin Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka. Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Kendari menampilkan kesiapan personel pemadam kebakaran, BPBD, armada pemadam, serta berbagai peralatan pendukung penanggulangan bencana.
Siska mengatakan Pemkot Kendari telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, termasuk menerbitkan Instruksi Wali Kota pada 11 Agustus 2026. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyebaran informasi dan sosialisasi hingga tingkat RT dan RW.
“Kita sudah melakukan upaya-upaya dengan mengeluarkan Instruksi Wali Kota pada tanggal 11 Agustus 2026, lalu membuat sebaran flyer dan sosialisasi sampai ke tingkat RT/RW di Kota Kendari,” ujar Siska.
Selain Karhutla, Pemkot Kendari menyiapkan langkah menghadapi potensi kekeringan dengan menyediakan sejumlah titik penampungan air.
Untuk penanganan kondisi darurat, Dinas Pemadam Kebakaran berkolaborasi dengan BPBD Kota Kendari. Sistem respons cepat juga diperkuat melalui Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam.
“Posko kita ada. Tetapi kita sudah membuat sistem namanya Call Center 112. 24 jam, 7x24 jam itu aktif. Yang berhubungan dengan penanganan darurat bisa dibuka tanpa mengenal waktu karena sistem kita mengetahui urgensinya,” jelasnya.
Pemkot Kendari juga menjalin kerja sama dengan sejumlah SPBU untuk memastikan kebutuhan bahan bakar minyak bagi armada darurat, termasuk kendaraan pemadam kebakaran, tetap dapat dipenuhi saat dibutuhkan.
Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla dan kekeringan.
Berdasarkan pemetaan risiko, Kota Kendari termasuk daerah dengan risiko tinggi Karhutla. Sementara untuk ancaman kekeringan, seluruh kabupaten dan kota di Sultra masuk dalam kategori risiko tinggi.
Gubernur menyebut puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam mengaktifkan posko siaga, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan ketersediaan sarana mitigasi dan logistik.
Masyarakat juga diminta terlibat dalam upaya pencegahan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Pencegahan itu jauh lebih baik daripada kita melakukan pengobatan,” tegas Andi Sumangerukka.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga menerima bantuan sarana mitigasi berupa mesin yang diserahkan kepada perwakilan daerah untuk mendukung kesiapan menghadapi bencana Karhutla dan kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....